Nomor Polisi
Seorang pedagang mobil bekas, mengaku puas jika menjual
mobil bekas plat D di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. "Harganya bagus,
tapi kalau plat Jakarta
susah jualnya harganya jatuh,"kata Deny sang penjual mobil bekas asal
Gunung Batu, Cimahi, Jawa Barat.
Kebanyakan, kata Deny, para pembeli mobil plat nomor polisi Bandung, asal Purwokerto itu, membeli mobil kedua. "Mobil pertamanya plat R asal Purwokerto,"ujarnya. Menurut Deny, ada kepercayaan di kalangan pemilik mobil di Purwokerto jika memiliki dua mobil disana menaikkan gengsi. "Plat mobil pertama R, yang kedua D. Kalau disatukan menjadi RD, singkatan dari kata Raden,"katanya.
Nah, berkaitan dengan nomor polisi mobil, berdasarkan sejarahnya tanda nomor kendaraan bermotor, terutama di Jawa, sudah sejak zaman hindia belanda. Pembagian kode wilayahnya mengikuti pembagian wilayah karesidenan. Tanda nomor kendaraan bermotor itu berbentuk plat aluminium dengan cetakan tulisan dua baris. Baris pertama menunjukkan: kode wilayah (huruf), nomor polisi (angka), dan kode/seri akhir wilayah (huruf). Tak heran jika tanda itu sering dinamakan plat nomor, diambil berdasarkan bentuk dan bahannya serta nomor polisi (Nopol) berdasarkan angka yang diberikan saat membuat surat tanda nomor kendaraan (STNK) setelah memiliki Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).
Kebanyakan, kata Deny, para pembeli mobil plat nomor polisi Bandung, asal Purwokerto itu, membeli mobil kedua. "Mobil pertamanya plat R asal Purwokerto,"ujarnya. Menurut Deny, ada kepercayaan di kalangan pemilik mobil di Purwokerto jika memiliki dua mobil disana menaikkan gengsi. "Plat mobil pertama R, yang kedua D. Kalau disatukan menjadi RD, singkatan dari kata Raden,"katanya.
Nah, berkaitan dengan nomor polisi mobil, berdasarkan sejarahnya tanda nomor kendaraan bermotor, terutama di Jawa, sudah sejak zaman hindia belanda. Pembagian kode wilayahnya mengikuti pembagian wilayah karesidenan. Tanda nomor kendaraan bermotor itu berbentuk plat aluminium dengan cetakan tulisan dua baris. Baris pertama menunjukkan: kode wilayah (huruf), nomor polisi (angka), dan kode/seri akhir wilayah (huruf). Tak heran jika tanda itu sering dinamakan plat nomor, diambil berdasarkan bentuk dan bahannya serta nomor polisi (Nopol) berdasarkan angka yang diberikan saat membuat surat tanda nomor kendaraan (STNK) setelah memiliki Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).
Selain plat nomor (polisi) itu, juga ada peneng namanya, itu
buat becak dan juga (dulu) sepeda. Bahkan anjing, atau binatang peliharaan lain
juga perlu peneng untuk mengetahui pemiliknya dan juga menjaga kesehatan
hewan-hewan tersebut. Entah sampai sekarang masih ada apa tidak.
Kembali, untuk mendapatkan tanda nomor itu si pemilik
mendaftarkan pada kantor bersama atau Samsat, itu gabungan kantor dinas pajak
dengan polisi. Tak heran jika polisi pandai sekali melirik plat nomor yang
sudah habis masa berlakunya. Walaupun sebenarnya, polisi tak berhak menilang
mobil yang habis masa pajak kendaraan. Karena itu urusan pajak, kalaupun
terlambat cukup didenda dan yang berhak melakukan adalah dinas pajak, bukan polisi.
Nomor kendaraan juga bisa menunjukkan status pemilik atau
pengguna kendaraan tersebut. Misalnya mobil diplomat berbeda karena dimulai
dengan CD artinya Corps Diplomatic disertai angka yang menunjukkan Negara
tersebut. Misalnya CD 12 untuk Amerika Serikat, CD 45 untuk Iran dan lain
sebagainya. Kendaraan bernomor polisi CD itu juga dalam keadaan tertentu atau
tidak, sering bisa (didiamkan polisi) saat melanggar lalu lintas.
Nomor kendaraan akhirnya berujung pada diskriminasi polisi
pencari uang di jalanan. Akhirnya polisi punya keahlian lain, pandai melihat
nomor-nomor khusus yang tak mungkin dia tilang misalnya, berakhiran BS –katanya
milik sekretariat Negara, atau RFM atau BD untuk pejabat tertentu. Zaman dulu
saat aya masih SMP di Jakarta nomor kendaraan dengan hurup belakang ZR berarti
milik militer.
Namun, sekarang orang malah lebih berani memasangan plat
militer dibandingkan dengan tanda-tanda itu. Di depan kantor TEMPO Proklamasi,
saya sering melihat, seorang pemilik toko saat sore hari pulang kerja mengganti
nomor kendaraan pribadi dengan plat nomor militer. Apa maksudnya?
Soal status, biasanya orang yang punya duit akan membuat
kendaraan dengan nomor cantik, bisa satu angka dengan hurup sesuai keinginannya
misalnya B 1 ER, pemilik pabrik bir atau B 1 FPI pemilik ketua organisasi itu. Memang selain
punya duit, tentu ada kedekatan dengan polisi untuk mendapatkan nomor cantik.
Seorang kawan di Cikini menawarkan diri untuk mendapatkan nomor cantik tertentu.
“Cukup dua minggu,” katanya. Semakin dikit hurupnya semakin mahal. Teman saya,
pernah berangan angan punya mobil plat nomor cantik asal Purwokerto, karena
pacarnya bernama R 1 NA.
Plat nomor Presiden dengan RI 1, diikuti para menteri dan
pejabat lainnya misalnya RI 48 untuk Kepala Badan Intelejen (BIN). Dulu para
menteri masih pakai B dengan angka sekian. Sekarang nomor karesidenan merupakan
milik pejabat di daerah nomor polisi itu. Misalnya B -1 untuk Gubernur DKI. Itu semua berlaku untuk kendaraan roda empat. Jadi statusmu ditentukan nomor kendaraanmu dong.
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar