Media Statement
Oleh Irshad Manji, 10 Mei
Empat tahun yang lalu, saya datang ke Indonesia dan merasakan sebuah
negara yang
penuh dengan toleransi, keterbukaan dan pluralisme. Karena
itu, saya menyebutkan di dalam buku baru saya, “Allah, Liberty and
Love”, bahwa Indonesia adalah contoh yang
patut ditiru negara-negara
muslim lainnya.
Namun sekarang banyak hal berubah.
Seperti yang terjadi tadi malam, di kantor LkiS, sekelompok preman
berjubah agama menyerang 150 peserta diskusi sampai terluka, termasuk
di antaranya asisten saya, Emily Rees. Ia dipukuli berkali-kali dengan
besi
panjang dan harus dilarikan ke rumah sakit. Lengannya terluka dan
harus dibalut perban. Dua peserta diskusi lainnya mengalami luka cukup
parah di kepala. Dan saya mengatakan kepada mereka bahwa, dengan rahmat
Allah, mereka akan segera pulih.
Tapi tidak demikian
dengan para kriminal yang menyembunyikan wajah mereka di balik masker
dan helm, sambil memukuli orang-orang tak bersalah dan melakukan
perusakan. Mereka adalah pengecut!
Sebaliknya, ada
juga para pemberani yang rela berkorban menyelamatkan nyawa saya. Di
saat para kriminal tersebut berteriak-teriak, “Mana Manji? Mana
Manji?”, orang-orang berjiwa pemberani tersebut menjadikan tubuh mereka
sebagai perisai yang melindungi
saya. Saya sangat terharu dengan
keberanian mereka. Mereka telah memperlihatkan
bahwa orang-orang
Indonesia bisa bersatu demi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan.
Tidak sedikit yang mengatakan kepada saya bahwa polisi dan pemerintah
Indonesia
tunduk begitu saja kepada para preman tersebut. Tapi
masyarakat Indonesia tidak boleh
ikut tunduk kepada mereka! Semoga
seluruh masyarakat Indonesia bangga dengan—dan belajar kepada—para
pahlawan perdamaian mereka.
Irshad Manji
Penulis “Allah, Liberty and Love” dan Direktur Moral Courage Project, New York
University
From: Irshad Manji <irshad.manji@nyu.edu>
To: yodiindrayadi@yahoo.com; yodiindrayadi@gmail.com; anseek@yahoo.com
Cc: emily.rees@moralcourage.com; Irshad Manji <irshad.manji@nyu.edu>
Sent: Thursday, May 10, 2012 1:37 AM
Subject: Media statement by Irshad Manji - 10 May
Four years ago, I came to Indonesia and experienced a nation of
tolerance, openness
and pluralism. In my new book, I describe Indonesia
as a model for the Muslim world.
Things have changed.
Last night at LKiS community center, religious gangsters attacked about
150 citizens of Yogyakarta, as well as my team. My colleague, Emily
Rees, was
struck with a metal bar and had to be rushed to hospital. Her
arm is now in a sling. Two
other attendees sustained head injuries. I
have spoken with them both and, by God's
grace, they will recover.
But the reputation of the criminals should never recover: They hid
behind masks and helmets while beating up ordinary people and
destroying property. These men are
cowards.
In sharp
contrast, the courage of several citizens saved my own life. As the
gangsters shouted, "Where is Manji?," citizens shielded my body with
theirs. I am immeasurably grateful for, and humbled by, their bravery.
They have shown that Indonesians can unite
for human dignity.
Citizens have reported to me that their police and government are
capitulating to the
thugs. But the people need not capitulate. May all
Indonesians take pride in their peaceful heroes -- and learn from them.
Irshad Manji, Author, Allah, Liberty & Love and Director, Moral Courage Project, New
York University

Tidak ada komentar:
Poskan Komentar