Rabu, 11 April 2012

Mengenal Calon Gubernur Aceh


INILAH CALON GUBERNUR ACEH
  
  
  
1. Tgk Ahmad Tajuddin­ Teuku Suriansyah Calon Gubernur Aceh dengan nomor urut 1 ini mempunyai basis pesantren dan merupakan seorang ulama di Aceh.
Dia mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh dalam pemilihan kepala daerah mendatang lewat jalur independen, berpasangan dengan Teuku Suriansyah, yang merupakan anggota Dewan Pembina Kadin Jakarta dan mantan anggota MPR asal Aceh. Tgk Ahmad Tajuddin kerap disapa Abi Lampisang, yang merujuk pada pesantren yang dipimpinnya yang
 terletak di Desa Lampisang, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar. Dia lahir pada 15
 September 1962. Ia adalah ustad.Masa mudanya dihabiskan di pesantren. Pasangannya Teuku Suriansyah, anggota DPR/MPR periode 1987­1999. Lelaki kelahiran Lhokseumawe,
1 Mei 1954, ini pernah menjabat Direktur Utama PT Kertas Kraft Aceh.


2. Irwandi Yusuf­ Muhyan Yunan Calon Gubernur Aceh nomor urut 2, Irwandi Yusuf, lahir di Bireuen, 2 Agustus 1960. Melewati masa kecilnya di kampung halaman, di Desa Sagoe, Bireuen, dia menamatkan Sekolah Penyuluhan Pertanian Saree pada 1979, kemudian 
kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Bergelar 
dokter hewan pada 1987, Irwandi diangkat menjadi dosen di fakultas yang sama pada 
1989. Gelar Pascasarjana diraihnya pada College of Veterinary Medicine Oregon State University, Amerika Serikat, pada 1993. Jabatan yang disandangnya di GAM adalah staf Khusus Psywar Komando Pusat GAM pada 1998-2001. Mencalonkan diri kembali dari
 jalur independen, dia menggandeng Muhyan Yunan, mantan Kepala Dinas Cipta Karya 
dan Bina Marga Aceh. Muhyan lahir di Meukek, Aceh Selatan, pada 9 Juni 1953.

3. Prof Dr Darni M. Daud, MA­ Prof Ahmad Fauzi Pasangan calon Gubernur Aceh nomor 
urut 3 ini berasal dari akademikus. Darni Daud saat ini menjabat Rektor Unsyiah. Dia lahir di Pidie, 25 Juli 1961. Saat ini tinggal di Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Darni menghabiskan masa kecilnya di kampung halaman, di Desa Bandar Dua, Pidie. Ia menamatkan sekolah dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unsyiah
 pada 1985. Pada 1989, dia melanjutkan kuliah ke University of Sydney, Australia. Pulang pada 1996, dia menjadi dosen tetap di FKIP Unsyiah. Pada 2000, dia juga menamatkan 
studi doktornya di Oregon State University, Corvallis, Amerika. Pada 2010, dia bergelar profesor. Dia menjadi Rektor Unsyiah sejak 2006. Ia calon dari jalur independen dan berpasangan dengan Prof Ahmad Fauzi, saat ini dosen Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh.

4. Muhammad Nazar­ Nova Iriansyah Pasangan nomor urut 4 ini dijagokan oleh Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Sentral Informasi Referendum 
Aceh (SIRA). Muhammad Nazar adalah mantan Wakil Gubernur Aceh. Pada masa konflik, 
dia menjabat presidium organisasi SIRA. Sama seperti Irwandi, Nazar juga pernah merasakan penatnya hidup di penjara. Lelaki kelahiran Ulim, Pidie, 1 Juli 1973, itu dua 
kali menjadi tahanan politik sehubungan dengan organisasi yang dipimpinnya. Pada pemilihan kepala daerah Aceh pada 2006, dia bersama Irwandi berhasil meraih suara terbanyak masyarakat.mDia mengakhiri masa jabatannya pada 8 Februari 2012 dan berkeinginan maju lagi sebagai calon gubernur berpasangan dengan Nova Iriansyah, anggota DPR dari Partai Demokrat. Nova lahir di Banda Aceh pada 22 November 1963. Sebelum menjadi anggota Dewan di Senayan, dia menjadi dosen teknik arsitektur di 
Unsyiah, Banda Aceh.

5. Pasangan nomor urut 5 ini diusung oleh Partai Aceh. Zaini Abdullah adalah petinggi
 GAM sebelum perdamaian hadir di Aceh. Kini dia didaulat sebagai calon gubernur dari Partai Aceh berpasangan dengan Muzakkir Manaf, mantan Panglima GAM. Zaini lahir di Desa Teureube, Kecamatan Kota Bakti, Pidie, 24 April 1940. Ia lulus Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Medan, pada 1972. Dia diangkat menjadi dokter di Aceh 
Timur. Dia kemudian mengenal Tengku Hasan Tiro, deklarator GAM.

Partai Aceh menggandengkannya dengan Muzakkir Manaf, mantan Panglima GAM pada masa konflik dulu. Muzakkir lahir di Sueneudon, Aceh Utara, pada 1964. Dia menamatkan sekolah di salah satu SMA di Banda Aceh. Dia kemudian mendapatkan pendidikan militer 
di Libya Maktabah Tanjura pada 1986–1989. Pada 2002, dia diangkat menjadi Panglima 
GAM menggantikan Abdullah Syafie. Saat Partai Aceh lahir pada pertengahan 2007, dia
 juga menjabat ketua umum. ● ADI WARSIDI (dari TEMPO e-Paper)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...