Senin, 16 April 2012

Blog Penyelamat Ide



Bertemu senior saya di tengah demonstrasi anti kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di 
depan gedung Parlemen, Jakarta. Dia yang mencemplungkan aku ke dunia jurnalistik. 
Pertama kali, saya diajak mewawancarai Sutan Takdir Alisyahbana, saat menjadi Rektor Universitas Nasional, Jakarta.

Pertama kali yang kutanyakan, “sekarang sering nulis dimana?” Semenjak menjadi dosen
di sebuah Universitas Swasta, memang dia tak lagi bergerak di dunia jurnalistik. Tapi rajin menulis artikel di berbagai media massa cetak. Sudah lama saya tak melihat artikelnya di 
surat kabar. Maka, pertanyaan pertama soal tulis menulis.

“Sejak ada internet, aku lebih menulis untuk blog,”katanya.Kenapa? “Bisa menulis lebih 
bebas, dan pasti diterima...ha...ha,”ujarnya sambil tertawa.

Memang, blog, kini dianggap sebagai penyelamat ide-ide orisinal. Saat media massa, 
terutama mainstream, punya kepentingan hanya menerima karya-karya yang sesuai 
keinginan redaktur atau medianya.

Bahkan seorang jurnalis senior yang beklerja di sebuah media massa, sempat 
mengungkapkan kekecewaan pada media massa tempatnya bekerja. “Kami gak boleh 
menulis artikel, atau media di tempat kita bekerja, atau dibatasi waktu tertentu. 
Sedangkan ide, terus mengalir,”katanya,”nah, blog adalah poenyelamat ide-ide kita itu, 
agar bisa dibaca banyak orang, dan juga ide itu tidak menjadi penyakit karena terhambat 
di dalam otak.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...