Jumat, 28 Oktober 2011

Saatnya Semur Bangkit

Tak perlu menghapus keragaman jenisnya, tapi harus ada nilai filosofis yang dipertahankan.




Seorang tua berasal dari Hadramaut, Yaman yang beristeri orang Indonesia mengkritik 
cara masak makanan kesukaannya, karena terlalu encer. "Sumur...sumur banyak air,"
katanya. Kenapa semur kok encer, terlalu banyak air. 
 
     Semur, masakan dengan kuah kental berwarna gelap ke hitam, dengan rasa rempah-
rempah terutama biji buah pala, cengkeh dan kecap manis yang kuat terasa di lidah. 
Bahan utama bisa daging, menjadi #wajib# ada saat lebaran mendampingi ketupat, atau
jengkol dan tahu keduanya terkenal di Betawi teman makan nasi uduk. Menurut Arie 
Parikesit, Pendiri konsultan kuliner Kelana Rasa, semur selalu identik warna coklat 
kehitaman berasal dari rempah-rempah dan kecap manis yang menjadi ciri khas Indonesia
. Tapi ternyata tidak semua semur menggunakan kecap.  ''Soalnya di Ternate, semur
 daging dimasak pakai cuka,"katanya.
 
    Menurut Arie,  semur masuk dalam jenis masakan berbahan protein hewani yang
dimasak lama (slow cooking). Jadi pilihannya tak harus daging, tapi bisa juga ikan. 
Saat ini tercatat ada 12 jenis semur dengan berbagai nama dan ada di berbagai daerah.
Contohnya malbi dari Palembang dan andilan khas Betawi. Menurut Direktur Pembangunan
Jatidiri, Pekerti dan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Poppy Savitri
sebaiknya tidak usah diseragamkan nama dan jenis semur antar daerah.
 
    Menilik rasa rempah-rempahnya, semur memang khas Indonesia. Penjajah saja pada
zaman baheula berjuang ke nusantara mencari rempah-rempah seperti cengkeh dan buah 
pala yang hanya ada di wilayah Indonesia kini. Berdasarkan kemunculannya, menurut 
sejarawan dari Universitas Indonesia, J.J. Rizal, semur menyimpan kisah pernikahan 
antar budaya. Tercatat ada lima budaya yang ikut meramu makanan ini. Ada budaya 
Eropa, Timur Tengah, India, Cina dan Indonesia di dalamnya. "Nama semur itu dari
orang Belanda, dari kata Stomerijj," ujarnya.
 
    Stomerijj atau steamer (kukusan) adalah salah satu alat masak. Zaman penjajahan

 mayoritas orang Belanda memiliki pekerja orang Indonesia. "Mereka berteriak memasak
 dalam stomerijj tapi terdengar smoor lalu menjadi semur,"kata Rizal. Tapi cara
 memasaknya, menurutnya, murni dari Indonesia. 
 
    Indonesia, menurut Rizal, sudah mengenal tradisi mengolah daging dan ikan sejak
masa berburu dan meramu pada abad IX Masehi. Bukti tersebut tersurat dalam relief di
Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Lalu masuk tradisi dari bangsa pendatang India
dan Timur Tengah melalui rempah-rempahnya. "Terakhir, bentuk masakan dan citarasa
kecap dipengaruhi unsur Tionghoa Peranakan,"ujarnya. Tapi, perlu diingat kecap yang 

dipakai adalah kecap manis yang asli Indonesia. Soalnya bangsa Cina hanya mengenal 
kecap asin. "Jadi warna yang hitam manis dan rasa hangat rempah, menunjukkan masakan
ini asli Indonesia,"kata Rizal.
 
    Semur, kini tengah berjuang untuk dapat pengakuan Badan Dunia bidang Pendidikan 
dan Kebudayaan, UNESCO, sebagai warisan tak benda. Menyusul warisan  budaya seperti
Batik dan Keris yang sudah diakui duluan. Walaupun, di lain pihak, negeri jiran 
"tukang" klaim, Malaysia lewat buku The Complete Asian Cookbook and Flavour of
Malaysia juga menyebut semur bagian dari makanan khas negeri itu, "Tapi, Indonesia
punya bukti kuat bahwa semur lahir di Indonesia. Memang bukan masakan asli, tapi
lahir dari pertemuan kultural,"ujar JJ. Rizal, dalam diskusi tentang semur di
Restoran Bebek Bengil,Jakarta, Kamis (27/10). "Di dalam semur, ada identitas bangsa
Indonesia."
 
      Identitas ini pulalah yang diakui oleh Senior Brand Manager Bango Agus Nugraha.

"Kami sudah meriset bahwa di balik semur ini ada sejarah, kekayaan alam dan kekhasan

yang layak jadi warisan tak benda,"katanya. Semur, menurut Agus, termasuk yang
datanya cukup lengkap, layak maju sebagai calon warisan dunia.
 
      Semur bisa  menyusul Batik dan keris. Namun, Menurut Poppy Savitri untuk
menjadi warisan dunia perlu dukungan seluruh Indonesia. Dia mencontohkan kasus batik,
kala itu ada Yayasan Batik Indonesia yang mewakili batik-batik daerah. Mereka sepakat
bahwa Batik sudah layak menjadi warisan tak benda dunia. Kalau seluruh Indonesia 
sudah sepakat,pemerintah bisa memprosesnya melalui Kementerian Koordinator 
Kesejahteraan Rakyat. Syarat lain yang harus ada ialah nilai luhur dan filosofis.
Faktor filosofis dan nilai luhur akan menjadi pertimbangan sebagai warisan tak benda.
 
    Menurut Poppy meski syarat-syaratnya lengkap, tak semua yang didaftarkan bisa 
langsung disetujui. UNESCO kini kewalahan mendapat permintaan pengajuan warisan dari
sejumlah negara. Saat ini, menurut Arie Parikesit, baru kuliner Perancis, Meksiko 
dan Mediterania yang diakui UNESCO. "Jepang dan Korea pun berusaha mendaftarkan 
kulinernya,''katanya. "Indonesia dengan 33 propinsi, tentu sangat banyak kekayaan kulinernya. "Ini bisa
 jadi peluang untuk warisan dunia."
 
    Selain nantinya tercatat sebagai warisan budaya, tentu semur harus berjuang 
menjadi makanan terlezat, seperti rendang Minang, termasuk makanan no.11 terlezat
di dunia.dalam catatan CNN Go. Hmmm...Yummii.
 
DIANING SARI

Rabu, 26 Oktober 2011

Cara Hindari Cedera Cinta



Dede Oetomo dalam penelitiannya menemukan kecenderungan lelaki bercinta dengan waria, bukan karena gay, tapi karena tak mau mengkhianati cinta.

Seorang pria, 35 tahun, warga Senen, Jakarta Pusat, sebut saja Macan, mengaku minimal seminggu sekali “jajan” ke kawasan Taman Lawang, Menteng, Jakarta Pusat. “Ya, sekadar cuci busi,”katanya. Maksudnya, seks oral.

Kedatangan Macan ke taman tempat berkumpulnya kaum wanita pria (waria), memang sekadar melampiaskan nafsu, bahkan dilakukannya setelah berhubungan dengan isteri dan tak merasa “tuntas”. “Kalau berhubungan dengan banci, saya tak ada guilty feeling, berbeda jika dengan wanita lain atau pelacur,”kata ayah beranak dua ini.

Berhubungan dengan perempuan selain isterinya, menurut Macan, menimbulkan perasaan bersalah, mengkhianati cintanya. “Saya hanya mengambil yang sedikit mudaratnya, terutama dari segi perasaan,”ujarnya.

Macan tak sendiri, prilaku seperti itu juga muncul dari penelitian Dede Oetomo, sosiolog asal Universitas Airlangga, Surabaya, di tiga kota ; Surabaya, Batam dan Manado. Penelitian yang diberi judul The Dynamics and Context of Male to male sex in Indonesia, menyimpulkan ada kecenderungan pria beristeri atau punya pasangan seks lain jenis (heteroseksual), lebih memilih waria untuk memuaskan nafsu birahinya. “Mereka bukan gay (homoseks), tetapi memilih transgender dibandingkan pekerja seksual komersial,”ujarnya.

Berdasarkan wawancara Dede dan tim dari Gaya Nusantara Foundation, responden pria bukan gay menyatakan berbagai alasan saat berhubungan dengan waria. Mulai dari alasan agama, variasi seks, ekonomi, tanggung jawab sampai tak ada rasa bersalah, karena perbuatan tersebut tidak termasuk dalam area selingkuh.

Penelitian yang dibiayai sebuah lembaga donor dari Amerika Serikat itu, tidak dilanjutkan untuk dipublikasikan. “Tak jelas alasannya,”ujar Dede. penerima Felipa de Souza Award, sebuah anugerah dari Cile untuk perjuangan hak kaum gay dan lesbian. Dede menduga sang donor kawatir dengan temuan yang diperoleh tim peneliti.

Penelitian ini merupakan lanjutan dari sebuah survey yang diadakan Monitoring the AIDS Pandemic Network pada tahun 2004. Dalam survey tersebut ditemukan tiga sampai 4 persen pria di Asia Pasifik dilaporkan berhubungan seks dengan sesama jenisnya.

Kesetiaan” pada pasangan lain jenis, dalam penelitian ini justru datang dari masyarakat kelas “bawah”. Karena subyek penelitian ini, menurut Dede, diantaranya terdiri dari tukang ojek, buruh pabrik, salesmen, pengemudi becak atau taksi. “Bahkan di Manado ada pula pelayan rohani yang melakukan perbuatan itu, tentu dengan alasan agama yang mereka anut,”katanya.

Beberapa laki-laki dalam penelitian itu menyatakan berhubungan badan dengan isteri merupakan tugas dalam perkawinan dan keluarga. Sedangkan saat berhubungan dengan waria hanya untuk mencari kesenangan. Beberapa responden relijius yang beragama Kristen dan Islam, menyatakan penetrasi vaginal hanya boleh dilakukan dalam perkawinan. Karena itu dibandingkan berbuat dengan pelacur, dengan waria bukanlah perbuatan yang dilarang agama.

Tak adanya perasaan cinta atau perasaan berdosa saat berhubungan dengan waria, menurut psikiater dari Universitas Indonesia, Irmansyah, bisa disebabkan situasi patologis gangguan kejiwaan, jika dilakukan terus menerus. Namun, jika perbuatan tersebut insidental, hanyalah pembenaran terhadap kelakuannya itu.

Pendapat yang sama juga dikemukakan Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat Info kesehatan Reproduksi Syaiful W. Harahap, pembenaran itu berbahaya, bukan hanya terhadap segi kejiwaan tetapi juga segi kesehatan, karena pria beristeri berhubungan dengan kelompok beresiko, bisa membawa penyakit virus HIV ke rumah tangga. “Mana mau pria yang suka jajan dengan waria, di rumah saat berhubungan dengan isteri menggunakan kondom misalnya,”ujarnya. (***)

Jaga Tulangmu Sebelum Sakit




TULANG belakang merupakan organ tubuh yang vital. Salah satu fungsinya adalah untuk
menopang berat badan manusia agar dapat berdiri tegak dan berjalan dengan stabil. 
Dalam keadaan tertentu fungsi tulang belakang dapat terganggu. Gangguan yang paling
sering muncul adalah nyeri di bagian leher (neck pain) dan nyeri pinggang bawah (lower
back pain).“Banyak orang mengeluh sakit pinggang, tapi mereka sendiri tidak sepenuhnya
mengerti apa sesungguhnya penyebab sakit tersebut. Penatalaksanaan yang tepat
menjadi kunci utama keberhasilan,” ujar dokter spesialis ortopedi Rumah Sakit
Internasional Bintaro (RSIB) Spine Center di Jakarta, Luthfi Gatam.

RSIB Spine Center adalah pelayanan yang dapat mengatasi seluruh problem tulang 
belakang secara terpadu dan komprehensif. Menurut Luthfi nyeri tulang belakang 
sering kali melibatkan masalah yang kompleks. Terlebih di dalam susunan tulang 
belakang terdapat serabut-serabut saraf. Jadi, diperlukan tim terpadu dari multidisiplin 
ilmu kedokteran untuk menentukan penyebab serta penanganan yang tepat.“Kami di
RSIB Spine Center selalu menerapkan penanganan terpadu itu. Yakni penanganan
problem tulang belakang dilakukan tim yang terdiri dari berbagai bidang spesialis,
antara lain dokter spesialis ortopedi tulang belakang, spesialis neurologi, neurofisiologi,
rehabilitasi medik, dan radiologi,”katanya.

Selain memiliki tim dokter yang terpadu, lanjut Luthfi, RSIB Spine Center juga didukung
peralatan yang lengkap. Jenis-jenis problem tulang belakang yang ditangani, antara lain
berbagai nyeri tulang belakang dan kelainan bentuk tulang belakang, seperti skoliosis,
trauma tulang belakang, dan gangguan saraf akibat kelainan tulang belakang.“ 

Gangguan-gangguan tersebut bisa ditangani dengan operasi maupun tanpa operasi. 
Perlu diketahui, sebagian besar problem tulang belakang tidak memerlukan terapi 
operatif, tetapi cukup dengan mengikuti program terapi nonoperatif,”imbuh Luthfi.

Untuk terapi nonoperatif tersebut RSIB Spine Center menyediakan program fisioterapi 
dan latihan Documentation Based Care (DBC). Program latihan DBC adalah program rehabilitasi aktif dan komprehensif yang bertujuan menghilangkan nyeri dan memulihkan
fungsi tulang belakang agar kembali normal, serta mencegah berulangnya masalah
-masalah tulang belakang.

Luthfi mengungkapkan, program latihan DBC memerlukan waktu selama 6 minggu yang
terdiri dari 12 sesi latihan. Luthfi mengungkapkan, lebih dari 80% kasus dengan keluhan
nyeri tulang belakang menunjukkan pengurangan rasa nyeri hingga lebih dari 50 persen
setelah menjalani terapi latihan DBC selama 6 minggu. Hal itu menunjukkan suatu
keberhasilan yang memungkinkan pasien bisa menjalani aktivitasnya kembali normal.

Untuk terapi operatif pelaksanaannya diputuskan tim RSIB Spine Center melalui analisa
yang cermat. Jadi, kekhawatiran pasien selama ini yang sering kali menganggap bahwa
operasi tulang belakang adalah tindakan berbahaya dan bisa membuat kondisinya
memburuk seharusnya dihilangkan. “Karena, selain didukung peralatan berteknologi
mutakhir, dalam melakukan tindakan operasi tulang belakang, spesialis ortopedi 
didampingi spesialis neurofisologi yang melakukan pengawasan fungsi saraf demi 
keamanan pasien agar tercapai hasil operasi yang optimal,” pungkas Luthfi. (***)

Selasa, 25 Oktober 2011

Merawat Payudara Pasca Gempuran Kanker



Kanker payudara tak harus membuat perempuan kehilangan buah dadanya. Kuncinya, hanya penemuan kasus pada stadium dini.
--------------------
Penyanyi Kylie Minogue, 43 rahun, sudah menang. Setelah belasan kali kemoterapi, penyanyi bertubuh permai ini berhasil mengalahkan kanker payudara yang bersarang di tubuhnya sejak tahun 2005.

Selama tahun 2006 akibat masivnya peliputan tentang penyakit ini, para dokter di Australia menyatakan tingkat pemeriksaan mamografi meningkat hingga 40 persen. Para dokter menyebut fenomena ini sebagai 'Kylie effect'.

Memang mamografi adalah salah satu deteksi dini kanker payudara yang cukup akurat. Sayangnya pemeriksaan ini dianjurkan hanya pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh mereka yang belum mencapai usia tersebut. Pemeriksaan mandiri secara manual yang disebut SADARI alias periksa (buah) dada sendiri adalah jawabannya. Namun edukasi tentang kanker payudara juga perlu dilakukan.

''Maka setiap tahun, GE menjalankan kampanye untuk memerangi kanker terutama kanker payudara,'' kata Rachaenah Syafei, Ketua GE Women's Network Chapter Indonesia yang bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyelenggarakan seminar tentang Deteksi Dini Kunci Pencegahan dan Penanganan Kanker Payudara, pekan lalu. Seminar ini salah satu dari rangkaian peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia yang jatuh hari ini, 26 Oktober.

''Trennya jumlah pengidapnya juga semakin meningkat, padahal kanker ini bisa disembuhkan pada stadium awal, dengan pengobatan yang akurat,'' kata Sekretaris Umum YKI, dokter Lukiarti Rukmini. Dia mencatat pengidap kanker di Indonesia 63 persen perempuan, 30 persen adalah pria.

Dokter spesialis bedah kanker Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, Gatot Subroto, Jakarta, Saptadi Setia Basuki, sepakat dengan dokter Lukiarti. Menurutnya, memang banyak perempuan yang enggan ke dokter saat benjolan mulai muncul di payudaranya, hingga pengobatan terlambat.
''Hampir limapuluh persen kanker ditemukan pada stadium lanjut,”katanya.

Dari pengalaman dokter Saptadi, umumnya pasien menyangkal karena, takut dibedah, biaya mahal, takut kehilangan payudara, takut tidak menarik lagi, bahkan ada yang mengatakan takut ditinggal suami.

Pada kanker payudara biasanya diawali dengan munculnya benjolan tak nyeri di sekitar payudara. ''Ada yang mengalami perubahan warna pada kulit, berkerut dan kasar seperti kulit jeruk, sementara bagian putting seperti tertarik ke dalam dan mengeluarkan cairan,'' ujar dokter Saptadi, ''kalau pasien mengeluhkan rasa nyeri biasanya stadiumnya sudah lanjut.''

Pada stadium lanjut sering ada luka di payudara yang tidak sembuh-sembuh dan semakin parah. Nah, pada saat itu, menurut dokter dokter yang juga berpraktek di Rumah Sakit Husada, Jakarta, sel kanker bisa menyebar hingga ke hati, paru-paru, tulang belakang bahkan juga ke otak.

Kanker adalah jaringan yang selnya bermutasi jadi abnormal, tumbuh tanpa terkendali dan menyerang organ yang sehat. Sel kanker, ada yang malignan atau ganas dimana sel sangat mudah terlepas dan mengalir di aliran darah. Ada pula yang benign atau yang tidak cepat pertumbuhannya hingga lebih mudah dikendalikan.

Jika ditemukan pada stadium dini , masih bisa diatasi dengan operasi, sebab sel kanker masih bisa dilokalisir. ''Pada stadium ini kami masih bisa melakukan pengangkatan hanya jaringan yang terkena kanker atau Breast Conserving Surgery (BCS),”kata dokter Saptadi. Jaringan payudara yang ada masih bisa dipertahankan. “bukan pengangkatan payudara total atau mastektomi,'' ujarnya.

Tindakan BCS bisa dilakukan jika benjolan berukuran kurang dari tiga centimeter, selnya tunggal dan berada ditepi payudara. ''Terutama jauh dari bagian puting yang menjadi muara dari sel-sel kanker payudara,'' kata dokter Saptadi.

Pada mereka yang berpayudara besar tindakan BCS lebih mungkin diambil karena jaringan yang ditinggalkan biasanya masih cukup banyak. Tapi lebih sulit pada mereka yang berpayudara kecil. Walaupun perempuah berbuah dada besar sebenarnya juga berisiko lebih tinggi untuk terserang kanker payudara. ''Karena punya lebih banyak jaringan payudara, maka besar pula risikonya,''kata dokter Saptadi.

BSC, menurut Saptadi, harus dilakukan atas keinginan pasien, juga harus mau kontrol rutin pasca pembedahan. Dibanding dengan total mastektomi, tingkat survival pasien dengan BCS relatif sama. ''Angka kekambuhan dibanding mastektomi juga lebih tinggi sedikit tapi tak cukup signifikan. Tapi ada tambahan bahwa kualitas hidup pasien lebih baik karena pasien bisa tetap percaya diri karena masih berpayudara,''ujarnya.

Sementara pada stadium 3A dan 3B, kemoterapi sudah harus dilakukan sebelum pembedahan untuk mengisolasi sel kanker agar tidak menyebar lewat sirkulasi darah. Pada stadium 4, biasanya yang dilakukan tinggal terapi paliatif. Disini dukungan dari keluarga dan tenaga medis sangat dibutuhkan dan lebih ditujukan pada kenyamanan pasien dari rasa sakit dan tekanan psikologisnya.

I UTAMI WIDOWATI

“Tamu Tak Diundang” di Dekat Presiden




Atraksi akrobatik pesawat buatan Korea Selatan di udara menarik perhatian semua orang. Mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sampai tukang kebun I Nyoman Minta tampak terkesima mendengar derungan pesawat yang dimiliki TNI Angkatan Udara itu. Sampai disitu tak ada yang salah.

Buruh berupah Rp 44 ribu sehari itu, ikut menyaksikan aksi di udara itu di atas trotoar, lalu menurunkan sepeda onthelnya ke jalan beraspal. Di jok belakang gembolan karung plastik besar berisi botol bekas minuman kemasan. Tiba-tiba dia digiring sekelompok orang berbatik dan berseragam tentara ke balik belukar. Ada yang salah? Ya, pria asal Banjar Celuk, Kuta, Bali itu berada 10 meter dari Presiden.

Itulah salah satu dari sembilan adegan reka ulang yang digelar polisi kemarin. Rekonstruksi adegan sederhana itu dilakukan sampai lima jam lamanya. Itu gara-gara pegawai kebersihan Bali Tourism Development Corporation tersebut menembus ring-1 pengamanan, saat Presiden SBY sedang menghadiri pembukaan ASEAN Fair di kawasan eksklusif Nusa Dua Senin sehari sebelumnya (24/10).

Dalam reka ulang itu Nyoman Minta terlihat santai melenggang dengan sepeda keluar dari kawasan wisata ekslusif membawa karung. Adegan pertama itu berjarak 200 meter dari posisi Presiden SBY berada. Selanjutnya ia melintas di trotoar jalan yang dijaga ketat polisi sampai akhirnya menghentikan sepedanya menyaksikan adegan aksi akrobatik di atas langit. Nah, usai itulah yang bikin heboh. Karena pengamanan Presiden dalam jarak 100 meter sudah sangat ketat, tak boleh ada orang yang belum dideteksi masuk dalam jarak itu.

Rupanya, saat akrobatk udara itu, pasukan pengamanan Presiden, lengah. Mereka asyik juga menikmati aksi tersebut. I Nyoman Minta tak bisa disalahkan, dia mengaku tak tahu ada Presiden di dekatnya. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, kemungkinan, perhatian orang termasuk pasukan pengaman presiden tertuju ke udara sehingga ada “tamu tak diundang” yang luput dari pengamatan. “Itu sisi lain dari atraksi udara, Presiden tidak marah,”katanya.

Cuma, kantor Kepresidenan sampai sekarang masih menunggu laporan rinci peristiwa itu. Karena itu rekonstruksi kejadian dibuat. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono tak mau menyebut pasukan pengamanan presiden kebobolan nyelonong itu. "Bukan kebobolan, tapi memang kami tidak ingin jaraknya sedekat itu," katanya usai rapat kerja dengan Komisi Pertahanan DPR di Senayan kemarin.

Panglima Agus meminta evaluasi internal pasukan pengamanan presiden, agar insiden seperti yang terjadi di Bali kemarin tidak terulang. "Artinya memang harus ada evaluasi untuk perbaikan ke depan,”katanya. Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegur Kapolda Bali Inspektur Jenderal Totoy Irawan Indra pasca kejadian itu,”tapi, nggak, tidak ada (pencopotan),"katanya di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Politikus asal PDI Perjuangan, Pramomo Anung, meminta I Nyoman Minta jangan dijadikan kambing hitam. Wakil Ketua DPR itu meminta aparat pengamanan yang lalai dikenakan sanksi. "Harus bisa diberikan tindakan sanksi dari atasannya, sebab ini tindakan yang sebenarnya mencerminkan kelemahan dalam mengamankan simbol negara," katanya.

Rofiqi Hasan/MAHARDIKA SATRIA HADI/Munawwaroh

Mengenal Faktor Resiko Kanker Payudara



Ada pertanyaan awam yang sering muncul ditanyakan pada dokter atau 
penyuluh kanker payudara : apakah jika payudara diremas atau diemut 
oleh pasangan bisa menyebabkan kanker payudara?

Tidak usah memvonis bodoh atas pertanyaan itu, lebih baik menjelaskan dengan benar. Kanker Payudara atau Carcinoma mammae adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Sel yang tidak normal (tumor ganas) ini
bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan
ikat pada payudara. Penyakit ini oleh badan kesehatan dunia, WHO dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD).

Inilah beberapa resiko diketahui bisa menimbulkan kanker payudara, antara lain :
  1. Usia: Umur di atas 30 tahun, namun sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia di atas 75 tahun.
  2. Pernah menderita kanker payudara: Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
  3. Ada Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara: Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko tiga kali lebih besar 
    untuk menderita kanker payudara.
  4. Faktor genetik dan hormonal.
  5. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
  6. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
  7. Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.
  8. Obesitas pasca menopause (kegemukan setelah berhenti haid)
  9. Bahan kimia: Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
  10. DES (dietilstilbestrol): Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
  11. Radiasi atau Penyinaran (Bisa dari sering melakukan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan alat X-ray)
  12. Pola hidup: tidak menikah/menyusui, suka minum alkohol, merokok, sering
    mengalami stress berat. (Luvseks.com)

Jumat, 21 Oktober 2011

Sikap Lamban Indonesia Akui Pemerintahan Baru Libya



Pasca kematian bekas pemimpin Libya, Muammar Qadhafi, Komisi Pertahanan dan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyatmendesak pemerintah Indonesia segera mengakui pemerintahan transisi. “Sikap pemerintah Indonesia lamban betul mengakui NTC sebagai pemerintahan sah Libya. Pemerintahan yang terbentuk sekarang sebagai transisi demokrasi dan harus didukung," ujar anggota Komisi Pertahanan dari Fraksi PDI Perjuangan, Helmi Fauzy

Libya sejak Qadhafi tersingkir dikuasai Dewan Transisi Nasional (NTC) sampai pemimpin berpangkat Kolonel itu tersungkur tewas tertembak di Sirte, kemarin. Namun, pemerintah Indonesia masih belum mengakuinya. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Michael Tene, pengakuan seperti itu tidak perlu. Karena, dalam sistem kenegaraan pengakuan hanya diberikan pada negara, bukan pada rezim pemerintahan. "Praktek kenegaraan Indonesia secara umum tidak pernah memberi pengakuan pada rezim karena rezim selalu berganti-ganti,"katanya kemarin.

Sedangkan terhadap negara Libya, menurut Tene, pemerintah sudah memberikan pengakuan resmi sejak lama. “Selama ini, sejak pemerintahan transisi Libya terbentuk, pemerintah sudah melakukan kerjasama dengan pemerintahan yang berkuasa di Libya,”ujarnya. Misalnya, di sela Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa September lalu, pemerintah Indonesia membahas kerjasama dengan pemerintahan transisi Libya, yang dipimpin Mustafa Abdul Jalil.

Bahkan Dewan Transisi Libya meminta agar hubungan bilateral dan perdagangan dengan Indonesia terus berjalan. "Mereka juga meminta Indonesia berbagi pengalaman selama proses transformasi pemerintahan," kata Tene.

Kementerian Luar Negeri Indonesia berharap tewasnya Qadhafi akan menghentikan konflik bersenjata yang terjadi di Libya. Kematian ini juga diharapkan akan mendorong percepatan proses rekonsiliasi. "Dengan perkembangan terakhir ini kami berharap akan menjadi tahapan baru bagi masyarakat Libya, dan rakyat Libya bisa memulai pendekatan damai dalam mengatasi kekerasan," ujar Tene.

Sejak konflik, pemerintah Indonesia melarang warga negaranya melakukan perjalanan atau bekerja dan kuliah di Libya karena alasan keamanan. Dari 119 mahasiswa Indonesia yang kuliah di Tripoli, seluruhnya sudah dievakuasi. “Evakuasi sudah dilakukan sejak Februari lalu,”ujar Ketua Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia di Libya, Miftakhur Risal.

Mahasiswa tingkat akhir program sarjana jurusan Bahasa dan Kebudayaan Arab di Kulliyah Da’wah Al-Islamiyah mengakui selama kepemimpinan Qadhafi, pelayanan pendidikan dari Pemerintah Libya sangat baik. “Selama ini mahasiswa dari luar termasuk dari Indonesia mendapat beasiswa dari Pemerintah Libya,”katanya. Pasca tewasnya Qadhafi, mahasiswa Indonesia yang kuliah disana ingin kembali ke Libya menyelesaikan studinya. “Kami masih menunggu kebijakan travel advisory dari pemerintah untuk bisa kembali ke sana,”ujarnya.

Ira Guslina/ISHOMUDDIN/Mardika

Rabu, 19 Oktober 2011

Melacak Teroris Lewat DNA



     Doktor Herawati Sudoyo dari Lembaga Eijkman, pantas diganjar anugerah bidang kedokteran. Karena lewat metodenya pihak keamanan bisa melacak teroris lewat mata rantai genetik (DNA).
    Metode Hera berawal dari ledakan bom bunuh diri di depan Kedutaan Besar Australia, 9 September 2004. Saat itu pihak kepolisian ditantang untuk segera mengidentifikasi pelaku dan mengungkap kelompok di baliknya.

”Ini karena di Asia Tenggara umumnya pelaku teror menyembunyikan keterkaitannya, tidak seperti di Timur Tengah yang selalu ada kelompok mengaku bertanggung jawab,” ujar Penerima Habibie Award 2008.
       Kejadian itu menewaskan 10 korban dan mencederai lebih dari 180 orang. Mobil boks yang mengangkut bom hancur total dan tak ada bagian tubuh yang memungkinkan untuk diidentifikasi dengan metode konvensional, seperti sidik jari, profil gigi, apalagi pengenalan wajah. Persoalan berikutnya, bagaimana menentukan mana pelaku dan mana korban?

      Solusi persoalan pertama adalah identifikasi DNA. Singkatan dari deoxyribonucleic acid, DNA adalah rantai informasi genetik yang diturunkan. DNA inti mengandung informasi dari orangtua: ayah dan ibu.
      Persoalan kedua diatasi dengan mengembangkan strategi pengumpulan dan pemeriksaan serpihan tubuh berbasis prediksi trajektori ledakan bom dan posisi pelaku. Sebagai orang yang paling dekat dengan bom, serpihan pelaku akan terlontar lebih jauh dibanding serpihan korban.
      Teori yang dikembangkan tim Hera bersama Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri ternyata betul. Jaringan tubuh yang berasal dari tempat-tempat terjauh memiliki profil DNA yang sama. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan profil DNA keluarga dekat yang dicurigai. Kurang dari dua minggu, tim gabungan Eijkman-Polri berhasil mengidentifikasi pelakunya.
     Disebut Disaster Perpetrator Identification (DPI), teknik ini melengkapi Disaster Victim Identification (DVI) yang biasa digunakan untuk identifikasi korban bencana massal. ”Kejadian itu juga menunjukkan perlunya suatu database DNA populasi,” paparnya.
    Penelitian mengenai genetika manusia Indonesia dengan fokus keragaman genetik terkait dengan penyebaran penyakit memang salah satu kegiatan Lembaga Eijkman. Demikianlah, suatu penelitian dasar telah menunjukkan fungsinya sebagai penunjang kepentingan terapan.
      Database genom populasi tidak sekadar menguak kejahatan. Variasi DNA bisa menunjukkan struktur kekerabatan populasi, pola migrasi, hingga penyakitnya. ”Hal ini sangat berguna untuk membuat strategi diagnostik, manajemen penyakit, serta kebijakan kesehatan,” katanya. (**)

Asin Membawa Sengsara


Mengurangi asupan garam bisa menghindari resiko kematian akibat hipertensi.


Pepatah bagai sayur tanpa garam, sudah saatnya dikaji ulang. Karena konsumsi garam dalam jumlah meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Tak hanya itu, studi terbaru British Medical Journal menyatakan: asupan garam tinggi bisa diartikan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan stroke. “Perbedaan lima gram saja dari jumlah ajuran garam harian bisa meningkatkan risiko stroke hingga 23 persen dan risiko penyakit kardiovaskular hingga 17 persen,”ujar peneliti.

Badan kesehatan dunia (WHO) pun menganjurkan agar orang mengkonsumsi hanya lima gram garam (sekitar 1 sendok teh) garam per hari.
Tapi penelitian menunjukkan sebagian besar orang mengkonsumsi hingga 10 gram sehari. Dalam penelitian yang melibatkan 170.000 partisipan, memperkirakan mengurangi asupan garam sebanyak 5 gram per hari bisa mencegah sejuta kematian akibat stroke dan hampir tiga juta kematian akibat penyakit jantung di seluruh dunia tiap tahun.

Menurut pengurus Pusat Perhimpunan Hipertensi Indonesia, dokter Achmad Fauzi Yahya, asupan garam berlebih menyumbang kematian pada orang penderita tekanan darah tinggi. “Setiap tahun tujuh juta orang meninggal di seluruh dunia akibat hipertensi,”ujar dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung dalam sebuah workhshop untuk para dokter pada peringatan Hari Hipertensi Dunia.

Tahun 2000, WHO, memperkirakan satu miliar penduduk dunia menderita hipertensi. Jumlah ini diperkirakan melonjak menjadi 1,5 miliar pada 2025. Menurut dokter Fauzi, dua pertiga penderita tekanan darah tinggi hidup di negara miskin dan berkembang. ”Di Indonesia, seorang dari tiga penduduk usia 18 tahun ke atas menderita hipertensi,”katanya.

Di Indonesia, hipertensi lebih banyak menyerang penduduk desa ketimbang kota. Menurut Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia dokter Adre Mayza, pengidap hipertensi di pedesaan meningkat satu setengah kali lebih tinggi dibanding di perkotaan. ”Diperkirakan makin banyak penduduk desa yang menyantap makanan mengandung garam berlebihan,” katanya.

Dokter Handrawan Nadesul juga punya amatan yang serupa. Sewaktu berdinas di pusat kesehatan masyarakat di wilayah Bogor angka hipertensi penduduk desa yang berobat ke tempatnya cukup tinggi. Hasil selidikannya, ternyata penduduk yang berobat banyak makan lauk ikan asin. ”Rata-rata mereka makan sembilan gram atau sekitar dua sendok teh garam. Padahal tubuh hanya butuh paling banyak dua setengah gram garam,’katanya.

Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan Indonesia menguatkan amata itu. Dalam riset yang dibahas dalam pertemuan para ahli hipertensi di Jakarta baru baru ini menunjukkan peta hipertensi telah berubah. Penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia ini lebih banyak menjangkiti orang desa dalam dua tahun belakangan. Prevalensi penderita tekanan darah tinggi di perkotaan 30,8 persen, sedangkan di desa 32,2 persen.

Tingginya angka kematian akibat bludrek itu, karena sangat sedikit orang menyadari sedang mende­rita tekanan darah tinggi. Sebab, hipertensi sering menyerang tanpa memunculkan sinyal. Tak salah jika hipertensi dituding sebagai pembunuh diam-diam (silent killer). Si penderita merasa sehat-sehat saja meski tekanan darahnya mencapai 170/100 mmHg, bahkan 200/100 mmHg—normalnya 120/80 mmHg. Padahal, dengan rentang tekanan darah atas (sistolik) 121-139 mmHg dan tekanan terbawah (diastolik) 81-89 mmHg, si penderita sudah harus mendapat penanganan medis. Jadi sesuai tema hari hipertensi sedunia 17 Mei, tahun ini, Kenali Tekanan Darah Anda dan Kendalikan (Know Your Number and Target Your Blood Pressure).
Menurut Profesor Robert P. Blankfield, dari Case Western Reserve University School of Medicine, garam dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi pada pasien yang sensitif garam. Kelebihan garam dapat menyebabkan hipertensi sebab dapat membuat sistem kardiovaskular lebih sulit mengatur tekanan darah dan suhu tubuh secara bersamaan.
Blankfield dan timnya menguji mekanisme di balik hipertensi bagi individu yang sensitif garam, para peneliti meneliti sekelompok pria sehat yang terdiri dari 22 orang. Fokus penelitian itu untuk menguji dampak konsumsi garam dan air dan hanya air biasa bagi pria tanpa tekanan darah tinggi. Hasilnya seperti yang dimuat jurnal Hipertensi Research didapat suhu tubuh lebih turun setelah mengonsumsi garam dan air daripada sekadar air putih. Selain itu, suhu tubuh lebih anjlok pada pria yang tahan garam dibandingkan dengan mereka yang sensitif garam.
Ahmad Taufik

Bilik "Mesra" di Penjara


   Soal bilik mesra di dalam penjara kembali mengemuka lewat media massa, saat diketahui isteri terpidana kasus suap, pegawai pajak, Gayus Tambunan hamil. Timbul pertanyaan, kapan mereka berdua bisa berhubungan badan?

Jika anda baca buku "Bisnis Seks di Balik Jeruji" terbitan Ufukpress 2011, banyak cara dan peluang untuk bisa "eksekusi" dengan lawan jenis. Pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menuding, peluang itu terjadi, saat Gayus "dibon" pihak lain, maksudnya, jaksa. Bisa! Tapi pihak kementerian Hukum dan hak asasi manusia juga jangan tutup mata dengan praktek "main mata" petugas penjara atau sipir, sehingga hubungan badan antara suami isteri atau bukan isteri bisa terjadi. 

Sekretaris Jenderal Kementerian itu, Dindin, punya pikiran yang lebih maju. Sayangnya dipecat Menteri Patrialis Akbar, hanya karena berbeda pendapat di televisi. Sebaiknya Dindin ini dengan Menteri dan wakil menteri yang baru bisa diangkat kembali, minimal menjadi staf ahli untuk bidang pemasyarakatan.

Saya jadi teringat dalam sebuah diskusi hangat beberapa penghuni dengan beberapa pegawai penjara, mencita-citakan penjara, dengan kamar khusus untuk menyalurkan hasrat seksual. ''Disiapkan kamar sewa apabila istri atau teman kencan kita datang. Daripada seperti sekarang ngumpet-ngumpet. Kan, lumayan, keuntungannya untuk kesejahteraan pegawai penjara,''kata salah seorang penghuni. 

Ada beberapa peserta diskusi setuju dengan pikiran itu.

''Wah, kalau begitu memberi kesempatan tumbuhnya pelacuran di penjara. Bisa saja petugas menyediakan perempuan yang bisa 'digunakan' sebagai teman kencan. Dapat dari penghuni, juga dapat dari perempuan itu,''kata seorang petugas yang tidak setuju pendapat itu.

Diskusi itu memang tidak berlanjut dengan kesimpulan atau hasil untuk diusulkan. Tapi menjadi bahan tertawaan untuk melepas lelah dan menjadi bahan pikiran bagi orang-orang yang suka berpikir. Sementara urusan portir malam jalan terus, baik dilakukan dengan perempuan penjaja seks, teman kencan, pacar atau pun istri sendiri.

Ada beberapa peserta diskusi setuju dengan pikiran itu, ada pulang yang tidak.''Wah, kalau begitu memberi kesempatan tumbuhnya pelacuran di bui ini,''kata yang menentang ide itu, kesal. Memang pilihannya, dilegalkan dengan memberi kesempatan dan diatur dengan peraturan-peraturan yang ketat atau dibiarkan tumbuh dengan suap menyuap.

Misalnya, tahanan dalam kasus tertentu diberi kesempatan sepekan sekali menggunakan haknya dikunjungi keluarga dan kalau mau melakukan hubungan seksual dengan tempat yang disediakan oleh pihak pengelola penjara. Toh, tahanan adalah orang yang masih disangka, belum diputus oleh putusan hakim. Sesuai asas hukum presumtion of innoncence Hak sebagai orang tidak bersalah masih melekat pada dirinya.

Di beberapa negara, dalam sistem ke-penjara-annya, kesempatan berhubungan dengan isteri, diberi tempat dan waktu. Iran, salah satu contoh negara, gunanya untuk mengurangi penyimpangan seksual, karena hidup dalam keterasingan.

Jumat, 14 Oktober 2011

Impotensi Perempuan


 
Impotensi tak hanya terjadi pada lelaki. Perempuan pun bisa mengalami disfungsi 
seksual, yakni ketidakmampuan untuk mendapatkan gairah seksual, menikmati seks, 
terangsang, dan atau mencapai orgasme.

Penyebabnya bisa beragam, mulai dari perubahan hormonal hingga stres secara emosional.
Dengan kata lain penyebabnya bisa berupa gangguan fisik maupun emosi. Penyebab lain 
juga terkait dengan menopouse. Pada masa ini kadar estrogen menurun dan banyak 
perempuan mengalami liang vagina yang kering, dinding vagina dan uretra (saluran 
kencing) juga mulai menipis.

Kondisi ini menyebabkan rasa sakit saat bersetubuh (intercourse). Banyak juga 
perempuan yang menderita resiko infeksi saluran urine. Hal ini menimbulkan ketakutan
dan kecemasan pada perempuan.

Sebagian besar perempuan hanya bisa mencapai titik orgasme melalui stimulasi klitoris. 
Kaitannya dengan ini, perempuan cenderung sungkan untuk mengkomunikasikan keinginan
ataupun kebutuhan seksualnya kepada pasangan. Faktor ini turut menyebabkan disfungsi 
seksual perempuan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, disfungsi seksual disebabkan karena faktor stimulasi
mental. Artinya, perempuan merasa tidak puas dengan pasangannya karena menurunnya 
libido terhadap pasangan. Secara gamblang, si perempuan merasa pasangannya tidak
memiliki daya tarik seksual yang bisa membuatnya bergairah.

Jika sudah pada tahap ini, sebaiknya cermati kembali apakah perempuan pernah 
mengalami kekerasan fisik, masalah seputar seksualitas yang tak terpecahkan. Latar
belakang masalah tersebut membuat perempuan menjadi impoten.

Bagaimana pun, masih ada jalan keluar untuk mengatasi impotensi perempuan.
Konsultasikan kepada dokter untuk bisa membantu menganalisa alasan internal dan 
eksternal sebab terjadinya disfungsi seksual pada perempuan.

Jika faktor penyebabnya adalah menopause, perawatannya dengan meningkatkan kadar 
estrogen pada vagina melalui pengobatan tertentu. Konsultasikan juga obat-obatan
yang sedang dikonsumsi, karena beberapa obat bisa mempengaruhi kemampuan orgasme,
atau bisa menyebabkan disfungsi seksual. Selama penyebab impotensi masih bisa 
diidentifikasikan,disfungsi seksual perempuan masih bisa disembuhkan. Konseling 
pasangan menjadi cara lain yang cukup efektif untuk mengatasi masalah ini.

Candu Berias


Sebuah perusahaan obat-obatan dan alat kecantikan besar di Inggris, Superdrug seperti 
dipublikasikan situs preventionindonesia.com, mensurvei 3.000 perempuan. Hasilnya
menyebutkan, 1 dari 3 wanita menolak ke luar rumah tanpa kosmetik. Bahkan diantara 
mereka memilih pergi ke toko serba ada terdekat membeli kosmetik dan segera memakainya
di tempat agar lebih percaya diri.

Yang lebih mengagetkan, 1 dari 10 perempuan tersebut, berjanji tak akan pernah tampil 
di depan pasangannya tanpa riasan. Karena sebagian besar dari mereka merasa lebih nyaman 
menampilkan wajah dengan riasan ketimbang polos. 

Hasil itu menyebutkan 33 persen wanita percaya pasangannya tertarik karena melihat 
penampilannya saat menggunakan riasan wajah. Perempuan akan menunggu sekitar 2,5 bulan
untuk berani mencoba bertemu dengan kekasih tanpa riasan.

Empat belas persen perempuan akan tidur lebih lama dan bangun lebih cepat dari suaminya,
agar pasangannya tak melihat wajahnya tanpa riasan. Enam dari 10 wanita tidak akan pergi
ke kantor tanpa riasan wajah.

Hampir 25 persen wanita percaya, mereka tak akan mendapatkan peluang kenaikan jabatan
jika tampilan wajah tak menarik. Tigapuluh tujuh persen karyawati percaya, bos mereka
akan mengira tak dapat mengurus diri dengan baik jika ke kantor tanpa riasan wajah. (AT)

Mulutmu Bau Nagamu


Bau mulut selama berpuasa bisa dihindari dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi.


Radianti, tak banyak berbicara dengan orang lain selama Ramadan. Lajang, 26 tahun ini
 biasanya supel ngobrol kiri kanan. “Gak, enak risih mulutku bau naga,”katanya sambil
 nyengir. Seperti Anti, banyak orang malas berbicara berdekatan saat puasa, terutama 
pada bulan Ramadan. 

Memang, bukan hanya saat bicara, saat menguap pun mulut serasa mengeluarkan bau tak sedap.
Inilah yang menjadi masalah utama saat memasuki bulan puasa.Lalu kenapa risih? Padahal 
persoalan bau mulut orang berpuasa sudah dijamin berdasarkan hadits yang diriwayatkan 
Ahmad dari Abu Hurairah “Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih disukai oleh 
Allah daripada minyak kasturi.”

Tentu saja hadits itu bukan sedang membenarkan bau mulut orang berpuasa. Karena ada
 kesehatan dan kebersihan yang lebih penting, sebab itu sebagian dari iman.

Dari mana bau mulut itu datang? Menurut Ahli gigi Universitas Trisakti Profesor Melanie 
S Djamil, saat puasa aliran air liur atau saliva berkurang, bersamaan dengan itu proses
pembersihan sisa makanan di mulut juga berkurang. Sisa makanan di gigi, sela-sela gigi, 
gusi atau lipatan dalam rongga mulut akan memudahkan bakteri berkembang biak. Di dalam 
rongga mulut sendiri terdapat puluhan ribu bakteri. “Nah, jika sisa makanan ini masih ada,
 bakteri akan semakin senang dan membuat mulut menjadi bau naga,”katanya.

Sisa makanan atau minuman yang mengandung gula, atau bahan-bahan lain berinteraksi dengan
 bakteri baik bisa menjadi bakteri yang berbahaya. Bakteri ini, menurut dokter Melanie, 
akan menghasilkan sulfur yang menimbulkan bau mulut tak sedap itu.

Nah, untuk menghindarkan bau mulut yang tak sedap terutama selama puasa, Melanie 
menyarankan seseorang menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut. Untuk menjaga kebersihan 
gigi, sebaiknya menggosok gigi setelah sahur, berbuka atau sebelum tidur. “Supaya rongga
 mulut tetap bersih,”ujarnya.

Menggosok gigi juga tak boleh sembarangan, yaitu dengan memakai pasta gigi dan sikat gigi
 yang bisa menjangkau seluruh permukaan dan sela-sela gigi atau gusi. Melanie mengingatkan 
untuk menggosok bagian langit-langit, pipi bagian dalam dan lidah. Lidah yang punya 
anatomi berbulu-bulu ini memudahkan sisa makanan menyusup ke dalamnya. Sedangkan pipi
 dalam juga mempunyai banyak lipatan. “Ini yang sering kita lupakan, orang hanya fokus 
pada gigi saja,”kata  dokter yang juga berpraktek pribadi di Jakarta Selatan ini. 

Selain menggosok gigi, membersihkan lidah dan rongga mulut, Profesor Melanie juga 
menyarankan membersihkan sisa makanan dengan benang gigi, semprotan air atau obat kumur.
 Tetapi pada kebersihan dasar harus tetap dilakukan. 

Perhatian ekstra harus diberikan kepada mereka yang mempunyai penyakit tertentu, seperti 
diabetes, penyakit lambung atau sinusitis. Karena pada saat normal saja, napas atau bau 
mulut mereka ini sudah tercium khas. Sehingga ketika puasa, harus lebih diperhatikan pula.
 Potensi baru mulut juga terjadi pada perokok. Menurut Melanie, kegiatan produksi saliva
 perokok ini jauh lebih rendah dari orang bukan perokok, meski tidak serendah penderita 
penyakit diabetes.

Selain menjaga kebersihan gigi, gusi, lidah dan mulut, dokter Melanie menyarankan 
menghindari makanan atau buah yang beraroma tajam seperti pete, jengkol, durian atau 
nangka. “Makanan dan buah tersebut, tak hanya meninggalkan aroma di rongga mulut tetapi 
juga melepaskan gas dari lambung ke rongga mulut,”ujarnya. 

Selama puasa juga sebaiknya memperbanyak minum air putih. Karena air putih ini akan 
membilas sisa makanan terutama sisa makanan yang menghasilkan sulfur. 

Jadi Radianti tak perlu risih bergaul, jika bisa menjaga kesehatan gigi, mulut dan 
mengatur asupan saat puasa. Selain meraih pahala puasa Ramadan, juga mendapat kesempatan 
menjaga kesehatan dan kebersihan. 

DIAN YULIASTUTI

Usut Laporan Palsu Koran Jakarta

AJI Jakarta Desak Polisi Harus Usut Laporan Palsu Koran Jakarta


KRIMINALISASI kasus perburuhan yang dilakukan manajemen Koran Jakarta
terhadap karyawannya, Rusdi Mathari, jelas tidak bisa dibiarkan.

Penetapan status tersangka oleh Polres Jakarta Pusat, terhadap Rusdi  --jurnalis
anggota AJI yang menjabat Asisten Redaktur Pelaksana Koran  Jakarta-- dalam kasus penggelapan, harus dicabut.

Alasannya sederhana. Sesuai UU Tenaga Kerja Nomor 13 Tahun 2003,
sebuah pemutusan hubungan kerja (PHK) hanya bisa dinyatakan sah jika
disetujui kedua belah pihak ?perusahaan dan pekerja. Jika ada sengketa
mengenai pemecatan seorang pekerja, kedua pihak harus melakukan
mediasi di Dinas Tenaga Kerja, yang berlanjut ke proses persidangan di
Pengadilan Hubungan Industrial. Hanya jika sudah ada putusan yang
berkekuatan hukum tetap mengenai proses pemecatan itu, barulah
hubungan kerja si karyawan dan perusahaannya resmi terputus.

Nah, dalam kasus Rusdi Mathari, proses peradilan atas keputusan
manajemen Koran Jakarta memecat wartawan senior ini pada 20 Maret 2010
lalu, masih berlangsung di Pengadilan Hubungan Industrial DKI Jakarta,
di Pancoran, Jakarta Selatan. Majelis Hakim masih bersidang dan belum
memutuskan apakah alasan perusahaan memecat Rusdi, sah dan bisa
diterima sesuai UU Tenaga Kerja.

Karena itu, tindakan Pemimpin Redaksi Koran Jakarta Marthen Slamet dan
Manajer HRD Koran Jakarta, Thia Sitorus, melaporkan Rusdi Mathari ke
Polres Jakarta Pusat, atas tuduhan penggelapan, sungguh mengherankan.
Faktanya, Rusdi memang belum mengembalikan peralatan kantor berupa
laptop dan kartu pers ke manajemen Koran Jakarta. Tapi bukan karena
Rusdi ingin menggelapkan laptop yang harganya tak sampai separuh dari
gaji bulanannya di Koran Jakarta. Melainkan karena Rusdi menghormati
proses hukum soal pemecatan dirinya yang masih bergulir di Pengadilan
Hubungan Industrial.

Selama belum ada putusan hukum mengenai kasus PHK Rusdi, maka Rusdi
masih sah secara hukum terikat hubungan kerja dengan Koran Jakarta.
Selama Rusdi masih karyawan Koran Jakarta, tuduhan penggelapan laptop
menjadi tidak masuk akal. Terlebih selama ini, tidak pernah sekalipun
Koran Jakarta mengajukan permintaan resmi kepada Rusdi, untuk menarik
kembali peralatan kantor itu.

Karena itu, AJI Jakarta mendukung tindakan hukum yang dilakukan Rusdi
Mathari untuk melaporkan balik pengaduan Pemimpin Redaksi Koran
Jakarta dan Manajer HRD Koran Jakarta ke Polda Metro Jaya dengan
tuduhan menyampaikan laporan palsu.  Keduanya harus segera diperiksa
polisi.

Marthen Slamet dan Thia Sitorus terindikasi melanggar Kitab
Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 317 (1) : ?Barang siapa dengan
sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa,
baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang
sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang, diancam karena
melakukan pengaduan fitnah, dengan pidana penjara paling lama empat
tahun, (2) Pencabutan hak-hak berdasarkan pasal 35 No, 1 - 3 dapat
dijatuhkan.?

Oleh sebab itu, keduanya layak mendapatkan ganjaran setimpal,
sebagaimana telah diatur dalam KUHP Pasal 318 (1):  ?Barang siapa
dengan sesuatu perbuatan sengaja menimbulkan secara palsu persangkaan
terhadap seseorang bahwa dia melakukan suatu perbuatan pidana, diancam
karena menimbulkan persangkaan palsu, dengan pidana penjara paling
lama empat tahun.?

Kasus Rusdi Mathari vs Koran Jakarta ini tak bisa direduksi sekadar
sebagai kasus perburuhan biasa. Jika dibiarkan, kasus ini akan jadi
noda hitam dalam sejarah kasus ketenagakerjaan di industri media.
Terlebih Rusdi adalah jurnalis senior yang selama ini dikenal gigih
membela kebebasan pers dan menegakkan etika jurnalistik.

AJI Jakarta mendesak Polda Metro Jaya segera memproses pengaduan Rusdi
Mathari ini. Selain itu, kami juga mendesak Bidang Propam Polda Metro
Jaya dan Komisi Kepolisian Nasional segera memeriksa dan mengevaluasi
kinerja penyidik kasus ini di Polres Jakarta Pusat.
Mari kita dukung perjuangan Rusdi Mathari! Salam Perjuangan! Hidup Buruh!
Jakarta, 14 Oktober 2011

Wahyu Dyatmika
 
 
 
 
Riky Ferdianto
Ketua AJI Jakarta

 
 
Koordinator Divisi Serikat Pekerja

=======================================
AJI JAKARTA
Jl. Kalibata Timur IV G No 10, Kalibata
Jakarta Selatan
Telp/fax 021 7984105

Orgasme dalam Kerangkeng


Kriminalitas atau kejahatan itu bukan merupakan peristiwa bawaan sejak lahir (herediter), warisan, juga bukan merupakan warisan biologis tentunya. Tingkah laku kriminal itu bisa dilakukan oleh siapapun juga, baik wanita maupun pria; dapat berlangsung pada usia anak, dewasa ataupun lanjut umur. 

Tindak kejahatan bisa dilakukan secara sadar, yaitu dipikirkan, direncanakan dan diarahkan pada satu maksud tertentu secara sadar benar. Namun bisa juga dilakukan setengah sadar ; misalnya didorong oleh impuls-impuls yang hebat, didera oleh dorongan-dorongan paksa yang sangat kuat (kompulsi-kompulsi), dan oleh obsesi-obsesi.

Kejahatan bisa juga dilakukan secara tidak sadar sama sekali. Misalnya, karena terpaksa untuk mempertahankan hidupnya, seseorang harus melawan dan terpaksa membalas menyerang, sehingga terjadi pembunuhan.(Kartini Kartono, Patologi Sosial, Rajawali Pers, Jakarta, 1992, hal.121)

Penjara itu diadakan untuk memberikan jaminan keamanan kepada rakyat banyak, agar kalis dari gangguan kejahatan. Jadi, pengadaan lembaga kepenjaraan itu merupakan respons dinamis dari rakyat untuk menjamin keselamatan diri. Kehidupan dalam penjara itu mempunyai kebudayaan sendiri. Artinya, di kalangan narapidana itu ada norma-norma hukum, kontrol dan sanksi-sanksi sosial sendiri.

Ada pengelompokan-pengelompokan dan stratifikasi yang heterogen sifatnya. Juga banyak konflik-konflik sosial (konflik terbuka) dan konflik batiniah yang serius.(Ibid, hal.167)


Isolasi yang lama karena disekap dalam penjara itu mengakibatkan efek-efek antara lain ; praktek-praktek homoseksual berkembang. Khususnya, narapidana-narapidana pria yang ayu dan lemah, menjadi korban yang mengenaskan, diperkosa oleh mereka yang kuat, ganas-buas, dan brengos. (Ibid, hal.169). 

Sementara aturan penjara tentang pelampiasan seksual belum lengkap dan transparan. Ada Surat Keputusan Menteri Kehakiman, yang mengatur tentang cuti untuk narapidana. Dalam aturan itu hanya napi yang dihukum minimal 3 tahun yang berhak mendapat cuti sebanyak 2 kali selama 2 x 24 jam (dua hari). Untuk narapidana hukuman di atas 5 tahun mendapat kesempatan 3 kali dalam setahun.


Itupun bagi napi yang berkeluarga. Bagaimana bagi narapidana yang belum berkeluarga? Atau yang dihukum di bawah tiga tahun? Tak dapatkah mereka kesempatan itu? Padahal seperti diketahui secara umum hasrat seksual adalah sesuatu yang tidak bisa ditahan-tahan.
Apa lagi bagi orang yang sudah pernah memasuki hubungan perkawinan. 

Dalam 'A Marriage Manual' disebut bahwa seks adalah faktor yang penting dalam perkawinan, secara langsung maupun tidak langsung juga berpengaruh terhadap banyak aspek dalam hubungan antara suami dan isteri.' (Hannah and Abraham Stone's, Simon and Schuster, New York,, 1968, hal.235-236). 

Nah, penjara adalah bagian dari ketertahanan hasrat seksual yang dipaksakan oleh penguasa. Tujuannya adalah membuat jera pelaku kejahatan, karena ia tak mendapat suatu bagian kenikmatan dalam kehidupan duniawinya. Walaupun dalam kenyataannya, di dalam penjara orang masih dapat melakukan kegiatan seksual.

Di luar penjara, hubungan seks bebas yang dilakukan perempuan, biasa disebut Promiskuitas (promiscuity) yaitu hubungan seks secara bebas dan awut-awutan dengan pria manapun juga ; dilakukan dengan banyak laki-laki. Promiskuitas ini, menurut Kartini Kartono, seorang pendidik ahli patologi sosial, merupakan tindak seksual yang immoril, karena sangat tidak susila, terang-terangan secara terbuka tanpa tedeng aling-aling, sangat kasar, menyolok mata, dilakukan dengan banyak laki-laki, sehingga ditolak masyarakat. (Patologi Sosial, Rajawali Pers, Jakarta, 1992, hal.188).

Padahal seks merupakan energi psikis yang ikut mendorong manusia untuk aktif bertingkah laku. Tidak hanya berbuat di bidang seks saja, yaitu melakukan relasi seksual atau bersenggama, akan tetapi juga melakukan kegiatan-kegiatan non seksual. Sebagai energi psikis, seks menjadi motifasi atau tenaga dorong untuk berbuat atau bertingkah laku. Freud menyebut seks sebagai libido sexualis (dorongan hidup, nafsu erotik). 

Seks juga merupakan mekanisme bagi manusia untuk mengadakan keturunan. Karena itu seks dianggap sebagai mekanisme yang sangat vital, dengan mana manusia bisa mengabadikan jenisnya.
Oleh karena itu ketertahanan seksual akhirnya menimbulkan apa yang secara umum orang menyebutnya abnormalitas seks. Seks yang tidak normal yang juga disebabkan oleh partner seks yang abnormal. 

Abnoralitas seks itu sering digolongkan dalam beberapa bentuk : Homoseksualitas, oral erotisme, anal erotisme dan interfemoral coitus, bestiality (persetubuhan dengan binatang), zoofilia (bentuk cinta mesra seperti binatang), fetishisme, frottage (kepuasan seks dengan meraba-raba orang lain).


Tapi tidak semua ahli memandang homoseksualitas, bestiality, oralseks, analseks dan perilaku seksual yang sering digolongkan sebagai kelainan atau penyimpangan seksual memang tumbuh subur di penjara. Benarkah itu? 

Dari wawancara dengan beberapa tahanan ditemukan cerita-cerita perilaku seksual mereka. Wawancara ini dilakukan dari hati ke hati, sehingga kebenaran cerita 80 persen diyakini sebagai perilaku seksualnya, minimal perbuatan ke arah seksual yang pernah dilakukan di penjara. Bisa anda baca dari catatan Napi di blog ini.


Penjara, memang tidak melulu urusan seks. Potret penjara sama seperti sketsa dalam kehidupan nyata, ada suap dan diskriminasi, tapi juga ada orang-orang yang benar-benar mau kembali baik setelah merasa melakukan kejahatan selama ini. Namun, tak kurang juga, orang yang “ketagihan” kembali ke penjara, baik karena kelemahan dirinya, maupun system kehidupan dalam masyarakat di luar tembok penjara.

Seperti banyak orang dalam penjara beralasan, orang yang berada di luar penjara lebih jahat. Karena mereka melakukan kejahatan, seperti korupsi dan sebagainya, namun tak measa melakukannya, karena tak pernah masuk dalam kerangkeng.


Perlakuan diskiriminatif pada tahanan atau narapidana tertentu yang mampu menyuap semua lapisan penjara juga berbahaya. Karena mereka merasa hidup “nyaman” sebab semua bisa dibeli dengan uang. Berbahaya bagi sistem pemasyarakatan yang ingin dibangun, siapapun pejabat tinggi yang membawahinya.

Pengalaman penulis hidup dua tahun tujuh bulan semoga bisa menjadi “ibrah” bagi pembaca. Walaupun yang ditulis ini hanya sebagian kecil dari “segudang” pengalaman dan kejadian yang ada. (dikutip dari Buku : Bisnis Seks di Balik Jeruji, Ufukpress, 2011)

Akses Publik Terhadap Pantai Ancol



Pantai adalah salah satu ruang terbuka hijau, seperti taman kota, trotoar dan lain sebagainya. Namun, di Jakarta Utara, di kawasan Ancol, dikomersialisasi oleh perusahaan daerah dan swasta sejak lama. Ini bukan hanya untuk menartik keuntungan secara tidak sah, tetapi juga membodoh-bodohi masyarakat.

Coba bayangkan, semua wahana yang mau dimasuki di kawasan itu harus bayar. Seperti Kolam Atlantis, Dunia Fantasi, Gelanggang Samudra dan lain sebagainya, wajar bayar. Tapi jika mau masuk ke kawasan itu hanya tujuannya untuk ke pantai, menikmati angin, pasir dan debur ombak, juga harus bayar, keterlaluan

Jika alasannya untuk pengelolaan atau kebersihan, rakyat sudah bayar pajak, sewajarnya jika pemerintah daerah yang diserahi mengurus wilayahnya juga mengurus itu dengan dinas yang sudah ada. Kenapa harus dibebankan kembali kepada rakyat, dan perusahaan daerah serta swasta menikmati keuntungan dari hak rakyat atas akses pantai?

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan juga anggota Dewan Perwakilan daerah yang mewakili Jakarta di Senayan, selayaknya juga memikirkan hal itu. Sudah saatnya hak publik atas pantai (Ancol) dimasukkan dalam Rancangan Tata Ruang dan Wilayah mendatang. Tak boleh ada lagi hak eksklusif untuk orang tertentu (bahkan menjadi iklan sebuah mansion, 10 tahun tak bayar masuk Ancol jika beli mansion di daerah tersebut).

Negeri Calo (3) : Calo BOS

Isteri seorang kawan,  seorang guru berpangkat 4 B ditawari oleh seorang pegawai dari dinas pendidikan di lingkungan Pemerintah Daerah  Khusus Ibukota, Jakarta. "Mau jadi kepala sekolah?"

Kalau mau, harus disediakan dana Rp 65 juta. "Gak sampai setahun sudah balik modal,kok,"kata pegawai itu meyakikan. Jika setuju sang ibu guru,  akan ditempatkan di sebuah sekolah di Kepulauan Seribu.


Lalu dari mana hitungan balik modal itu? "Ada dana BOS, kan!", katanya. Maksudnya dana Bantuan Operasional Sekolah,. Seharusnya dana itu diperuntukkan operasional sekolah dan untuk murid-murid yang kekurangan.  Maksud dana BOS secara umum untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. Secara khusus membebaskan segala jenis biaya pendidikan bagi seluruh siswa miskin di tingkat pendidikan dasar, termasuk madrasah negeri maupun madrasah swasta. Membebaskan biaya operasional sekolah bagi seluruh siswa SD/MI negeri dan SMP/MTs negeri. Meringankan beban biaya operasional sekolah bagi siswa.
  
  Semua sekolah dasare dan menengah pertama negeri wajib menerima program BOS dan dilarang memungut biaya pendidikan apapun dari siswa miskin dan biaya operasional sekolah dari siswa yang mampu/tidak miskin.  Bagi sekolah penerima program BOS dilarang memungut biaya pendidikan dari siswa miskin serta meringankan biaya operasional bagi siswa tidak miskin. Sedangkan bagi sekolah yang menolak  program BOS harus diputuskan melalui persetujuan orang tua siswa atau Komite Sekolah dengan tetap menjamin kelangsungan pendidikan siswa miskin tersebut.

      Nah, dana BOS itu lah yang dikentit. Bahkan untuk segera cairnya dana tersebut, perlu juga "pelicin". Jadi, adanya BOS semua senang. Walau negara dirugikan, dan rakyat semakin disengsarakan karena sekolah hanya memburu BOS, bukan meningkatkan kualitas sekolah. Seperti tawaran suap menjadi kepala sekolah, dengan jaminan dana BOS yang disalurkan sebagai kompensasinya. Masya Allah !



"Biarlah isteri saya tak menjadi kepala sekolah, kalau harus begitu jalannya. Kami ingin memakan yang kami makan dari uang hala, bukan dari mengentit data BOS,"kata temanku itu. Alhamdu......!
 


Kamis, 13 Oktober 2011

Obat Anti Botak Sebabkan Impoten



Pemuda yang seringkali menggunakan obat anti kebotakan beresiko terhadap kesehatan seksualnya. Sebuah obat yang laris di Inggris, Propecia, menurut dokter setempat, seperti dilansir situs BBC health pekan lalu, diduga penyebab impoten pemuda yang menggunakannya.
James, 26, asal Edinburg, punya pengalaman terkena efek negatif obat tersebut. “Awalnya rambut saya rontok saat mandi di shower maupun di bantal sesudah tidur,”katanya. Lalu dia mencari di internet dan menemukan obat anti kebotakan, propecia. James membeli dan segera menggunakannya. Ternyata obat itu benar-benar manjur. Rambutnya tak lagi rontok. Memang dalam uji klinis sebelum dipasarkan obat itu efektif sembilan dari 10 pria penggunanya tak lagi mengalami kerontokan selama lima tahun lebih.
Namun, apa yangterjadi pada James? Rambut tak lagi rontok, tapi burungnya susang “bangun”. “Setelah tiga pekan terasa bagai neraka, saya benar-benar impoten,”ujarnya. James tak lagi menggunakan obat tersebut. Kini ia malah datang ke dokter untuk mendapat terapi testosterone untuk mendapat keperkasaannya kembali. Sampai tulisan ini dimuat BBC belum ada hasilnya. Enam bulan ke depan dokter berharap James datang untuk mencoba pengobatan lain, pemasangan implan di penisnya.
Merck, produsen obat itu dalam websitenya mengakui ada efek samping pada kesehatan seksual terhadap dua persen pengguna obat itu. Namun, perusahaan itu berjanji akan mengawasi keselamatan penggunanya dan peredaran obat tersebut. Mudah-mudahan anda tidak termasuk dalam yang dua persen itu, ya.

Gaya Bebas Jiwa Korea



You know me so well......girls i heart you, i heart you....

Lirik lagu ini mungkin sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Apalagi diikuti parodi lagu tersebut oleh kelompok humor. Grup band Sm*sh pelantun pertama hit itu langsung melejit terkenal terutama di kalangan remaja putri. Personal band asal Bandung itu juga tampak imut, dan putih bersih seperti penyanyi-penyanyi Korea Selatan.

Tak cuma grup band pria, tujuh gadis remaja girlband Indonesia 7Icons juga meniru-niru gaya dara lincah Korea memakai rok pendek di atas dengkul. Sinetron Indonesia bergenre Korea pun menambah demam film seri asal negeri ginseng di televisi Indonesia.

Selain tayangan dan grup band yang paling mencolok adalah gaya rambut. Menurut pengamat mode dan gaya hidup Muara Bagja, populer ala Korea atau lebih dikenal dengan istilah K Pop merupakan bentuk pembebasan jiwa orang muda. “K Pop menyajikan gaya atau sikap acuh, cuek dan seenaknya. Dengan rambut yang tidak disisir hanya dirapikan dengan jari tangan, serba acak-acakan,”katanya.

Gaya ini, menurut Muara, berkiblat dari potret kegandrungan yang  mewakili tokoh animasi atau kartun Jepang atau para tokoh pahlawan manga. “Di Taiwan dan Korea gaya ini dikembangkan menjadi lebih modis,”ujarnya.

Prilaku itu bermuara dari kesukaan remaja atau orang muda Jepang, Taiwan dan Korea membaca komik dan menonton kartun dari negeri Matahari Terbit itu. Di negeri yang baru saja tersapu tsunami itu memang ada gaya Harajuku, tempat berkumpulnya
remaja jalanan di sekitar Stasiun kereta bawah tanah Harajuku Shibuya Jepang. “Pada gaya rambut serta dandanan memang tampak berantakan. Pokoknya rambut panjang dengan potongan asimetris atau trap berupa cabikan potongan tidak rata di sana-sini pada bagian rambut depan dan belakang,”kata Muara.

K Pop lebih modis tampaknya karena meski tidak disisir tapi diberi gel biar tampak basah dan menawan. Kini, yang menarik gaya poni K Pop menjadi inspirasi yang juga dipakai Justin Bieber. “Bieber itu perpaduan Harajuku, K Pop dengan Beatles. Poni rambut bagian depanya berupan poni lempar dengan rambut yang terlihat sedikit modis,”ujar Muara,”terkesan agak rapi karena potongannya pendek menyerap dari gaya The Beatles. Bieber juga seorang K Popwan.”

Kalau kini K Pop menjadi kiblat gaya atau tren baru bagi remaja Indonesia tak
lain karena lebih menarik dari sisi kerapian, serta variasi poni yang menawan hati
para orang muda di Tanah Air. Potongan rambut berponi ala K Pop pun, menurut Muara
kini telah bergeser dari polem alias poni lempar kepada rambut bagian depan, bagian atas kuping hingga memutar ke belakang dicukur habis ala kliper sehingga kulit kepala kelihatan. “Ini eranya animasi atau manga yang membuat orang muda ingin berteriak tentang kebebasan melalui gaya dan penampilan. Indonesia selalu mengikuti atau tepat meniru yang dikembangkan dengan gaya cuek atau acuhnya, “kata Muara.

Tentu saja, meniru gaya Korea juga tak lepas dari nama-nama artis, yang begitu fasih disebut dari mulut-mulut remaja Indonesia yang menggandrunginya, seperti Jang Geun Sook, Kim Bum, Kim Tae Hee, Ha Ji Won atau gaya girls generation Seo Hyeon. Mudah-mudahan remaja Indonesia tak meniru Korea dari luarnya saja, tapi juga dari etos kerja dan semangat mencintai produk negeri sendiri.

DIAN YULIASTUTI/HADRIANI P

Kabar Sesat antara Es dan Kista



Fariani, 30, tertegun melihat sebuah pesan pendek masuk ke ponselnya. Isi pesan berantai itu sebuah peringatan. “Jangan minum es saat haid. Riset membuktikan bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim. Setelah 5-10 tahun dapat menyebabkan KISTA dan KANKER RAHIM. Tolong sebarkan ke banyak wanita, baik istri/anak/teman. Tunjukkan kepedulian kita kepada mereka.” Di akhir pesan terlihat pengirimnya mengaku seorang ahli kandungan, Prof DR Dr Aswin, SPOG.

Mau diacuhkan pesan itu? Tak mungkin sebagai perempuan Fariani berkepentingan untuk tahu. Di microbloging, juga ramai dibicarakan isi pesan itu. Meski ragu dan dia turut meneruskan kabar ini ke beberapa teman perempuan dan laki-laki. “Siapa tahu benar dan bisa bermanfaat?.”Pekerja swasta di kawasan Jakarta Pusat ini merasa ngeri juga jika kabar itu benar. Apalagi selama ini, dia menikmati es teh, kelapa muda atau es buah saat datang bulan. “Kan, segar banget. Saat mens kan maunya yang segar-segar begitu,”ujarnya.

Fariani, tentunya seperti perempuan lain yang masih kedatangan bulan dan suka minum es, kawatir, mereka berpotensi menderita kanker rahim. Namun, kabar berantai itu ditepis dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Laila Nurana, ”sejauh ini belum ada bukti yang menguatkan seperti itu, kalau dikaitkan antara es dan kista, suhu tubuh, kok kurang kuat.”

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan rumah sakit Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Noroyono Wibowo berpendapat senada,”tak ada hubungan antar es dan kista. Kalau benar, perempuan yang tinggal di kutub juga sudah akan kena kista dan kanker, nyatanya tidak." Begitu juga perempuan yang bekerja di pabrik es dan kerja di laboratorium angkasa pada suhu minus 50 atau 200, tak ada yang dikabarkan kena kista dan kanker rahim. ”kalau ragu tentang keadaan diri cek saja ke laboratorium atau dokter ahlinya,”kata Noroyono.

Kista, menurut dokter Laila, banyak jenis macamnya. Biasanya muncul karena keadaan normal pada perempuan, sampai yang berbahaya. Perempuan dalam keadaan subur akan muncul kista folikel. Kista ini juga bisa muncul karena terkait lingkungan atau faktor-faktor lain yang memicu makin besar. ”Sampai saat ini, penyebab terjadinya kista sendiri belum diketahui secara pasti. Bisa terjadi karena banyak faktor, misalnya ketidakseimbangan hormon atau lainnya,”katanya. Kista ini berkaitan dengan kanker ovarium..

Menurut dosen di Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi Universitas Indonesia, Jakarta, seharusnya masyarakat mendapat informasi yang benar tentang kista, myoma dan kanker rahim. ”Kista, tidak sama dengan myoma,”ujarnya. Sedangkan Kanker rahim bisa di leher rahim atau kanker serviks dan kanker badan rahim atau kanker ovarium. Kanker serviks ini bisa muncul disebabkan oleh infeksi Human Papiloma Virus salah satunya karena aktivitas seksual yang tak sehat. 

Dokter Laila berharap sejawatnya bisa mengenali kista ini dengan lebih cermat dan membedakan yang jinak dan ganas. “Dengan foto rongent akan kelihatan, kalau folikelnya cuma 2,5 centimeter tidak usah cemas. Itu nanti akan hilang,” ujarnya.

Jika perempuan mempunyai kista dan merasa sakit, menurut dokter Laila itu disebut kista coklat atau endometriosis. Biasanya saat haid akan sedikit membesar tapi tidak terlalu signifikan. Kista ini bisa membuat pelekatan di usus dan membuat sakit. ”Nah, disini perlu dilihat apakah kista saja atau adenemyosis, pertumbuhan sel-sel endometriosis di badan rahim, hampir mirip myoma tapi bersifat infiltratif,”katanya. Kista akan berbahaya dengan melihat pertumbuhannya secara serius, setelah melalui tes dan pemeriksaan yang teliti. Memang, jarang terjadi pada perempuan di bawah 40 tahun, walaupun ada dan kini angkanya semakin besar.

Untuk menghindari tumbuhnya kista ganas, Dokter Laila, berharap seorang perempuan bergaya hidup sehat dengan asupan yang sehat pula. ”Makanlah buah-buahan yang mengandung antioksidan, seperti anggur, tomat dan strawberry,”katanya,” hindari junkfood, makanan mengandung pengawet, pewarna, penyedap makanan yang tak sehat.” Soal es yang menyebabkan kista dan kanker rahim pada perempuan yang sedang haid, dokter Laila dan Noroyono meminta masyarakat mengabaikan pesan pendek berantai itu. "Tak ada urusannya, kecuali kena es- S(sperma),"ujar dokter Noroyono berkelakar.
Dian Yuliastuti

Feature : Ku Tunjukkan dengan Bukti




Hari masih pagi, 07.30 WIB kemarin, kaos warna hitam berkerah dipadu celana olahraga abu-abu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ditemani isterinya Ani Yudhoyono beserta rombongan ke luar dari rumah. Lari-lari kecil alias joging di sekitar rumah pribadinya di kawasan Cikeas, Bogor. "Sudah dapat bocorannya?"katanya singkat menyapa jurnalis.

Cuma lima menit, Yudhoyono dan rombongan kembali memasuki gerbang rumahnya. Bukan hanya itu Presiden berusia 63 tahun menunjukkan kebugaran fisik dan staminanya, ia melanjutkan bermain tenis meja. Melawan Komandan Grup A Paspampres Kolonel Infanteri Eko Margiyono, Yudhoyono menguasai permainan. Komandan Eko seringkali tak bisa mengembalikan bola ke meja lawan. Lebih dari 10 menit, SBY menuntaskan permainan dengan smes mematikan.

Usai dua jenis olahraga tadi, Presiden mengundang wartawan sarapan pagi bersama. “Silahkan sarapan, jangan diwakilkan,"ujarnya sembari bercanda, "Itu ada bubur juga." Ada tiga menu terhidang nasi goreng, mie goreng dicampur singkong, dan bubur. SBY memilih nasi goreng. ”Ini campuran beras dan casava, untuk ketahanan pangan kita. Jangan hanya nasi. Rasanya enak. Silahkan dicoba,"ujarnya ramah.

Ramah atau “show of force” untuk menepis berita miring tentang kesehatannya? Beberapa hari sebelumnya Harian sore Sinar Harapan memberitakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan terkena serangan penyakit jantung. Lalu, dilanjutkan pemasangan ring di Rumah Sakit Binawaluya, Ciracas, Jakarta Timur, milik dokter ahli Jantung Muhammad Munawar.

Anggota tim dokter kepresidenan sekaligus pemilik Rumah Sakit Jantung Bina Waluya, Muhammad Munawar menanggapi santai kabar Presiden SBY menjalani operasi pemasangan ring (stent) pembuluh darah jantung di rumah sakit itu pada Jumat, 7 Oktober lalu. "Seandainya iya, itu keteladanan beliau, saat yang lain ke luar negeri, dia ingin di Indonesia karena merasa dokter Indonesia mampu," ujarnya.

Pemasangan ring pada jantung, menurut Munawar, bukanlah masalah besar. "It's nothing," ujarnya. "Terjadi penyempitan pembuluh darah, dilebarkan dengan dibalon lalu dipasang ring, beberapa jam bisa jalan lagi," ujarnya.

Dengan teknologi yang canggih, operasi hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Tiga sampai empat jam paska menjalani operasi, pasien bisa langsung berjalan. “Keesokan harinya, pasien sudah bisa beraktivitas seperti biasa termasuk berolahraga. Bahkan bisa lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.

Pernyataan dokter Munawar dibenarkan Dokter spesialis intervensi jantung Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Achmad Fauzi Yahya. “Intervensi bisa dilakukan di lengan, sehingga tidak kelihatan habis dipasangi ring,”katanya. Biasanya, tindakan pemasangan lewat pangkal paha. “Di beberapa negara sudah bisa pelayanan one day care buat jantung,”ujar Fauzi.

Dokter Munawar menilai wajar orang seusia Presiden menjalani operasi tersebut. "Sangat wajar, orang dengan usia 50, 60 tahun biasa menjalani pemasangan ring," katanya, “alat bantu berupa ring pada pembuluh darah di jantung tak akan mengganggu aktivitas seseorang. Tidak masalah."

Berbeda dengan Presiden dan dokter, staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi Heru Lelono sibuk membantah berita kesehatan tuannya itu. “"Berita itu sama sekali tidak benar. Hari Jum'at (7/10) Presiden melakukan kegiatan rutin di Cikeas dan istana," katanya melalui pesan pendek.,

Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, juga menyatakan pendapat yang senada. “Olahraga pagi ini sekaligus membantah isu yang beredar mengenai kesehatan Presiden Yudhoyono belakangan ini. Beliau sehat wal afiat,”katanya.

AT/EKO ARI WIBOWO/ MARTHA THERTINA/KARTIKA CANDRA/MUNAWWAROH
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...