Selasa, 08 Februari 2011

Istilah “khas” dalam Penjara


Sebuah tempat special tentu saja punya-punya istilah khusus pula. Ada istilah yang diambil dari pasal-pasal dalam Kitab Undang-undang hukum Pidana (KUHP), ada istilah asing dan lain sebagainya. Bahkan beberapa istilah yang biasa dipakai di dalam penjara, menjadi bahasa yang dipakai sehari-hari.
Di bawah ini beberapa istilah yang kerap dipakai di dalam bui. :

51—diambil dari pasal 351 KUHP, pisau. Bisa juga dari UU Darurat tahun 1951

Abal-abal—tahanan tak ada yang mengurus, tak pernah dibesuk oleh keluarga maupun teman-temanya, ini istilah lain untuk anak ilang.

Abang-abangan—tahanan atau narapidana yang memberikan perlindungan dan perhatian khusus kepada tahanan lain yang dianggap sebagai adiknya (adik-adikan).

Adik-adikan—tahanan atau narapidana yang dilindung atau disayangi oleh tahanan atau narapidana lain yang menjadi abang-abangannya. Proses abang menjadi adik ada banyak hal. Misalnya adik selalu menyetor bila dibesuk, atau bila menjadi anak ilang sang adik yang menyerahkan mahahari (anusnya) untuk dimonon pada abangnya. Bisa juga, misalnya, karena keduanya memiliki hubungan di luar penjara. Misalnya si abang adalah teman kakaknya si adik, atau dititpi seseorang yang dikenalnya di luar.

Anak “ilang”---tahanan yang tak pernah dibesuk, lihat abal-abal

Bapak-bapakan (nya)—sipir atau petugas penjara, yang seringkali menjadi penghubung antara tahanan atau narapidana dengan keluarga, seperti mengambil sesuatu (kapal selam).

BB—barang bukti, saat melakukan kejahatan. Di beberapa penjara lain istilah ini sering disebut untuk minyak tanah, selain nama lain OPEC yang diambil dari singkatan organisasi negara-negara pengekspor minyak. BB/minyak tanah, pada masa itu termasuk barang haram-dipasok diam-diam tapi legal untuk memasak sendiri. Menjadi barang haram, karena dikawatirkan untuk berbuat kejahatan lain atau menyebabkan kebakaran. Lagi pula idealnya, pihak penjaralah yang menyediakan makan (ransom) untuk para tahanan/narapidana.

Besukan kenceng—tahanan atau narapidana yang mendapatkan besukan baik berupa uang atau barang yang banyak. Atau tahanan/narapidana yang sering dibesuk.

Binker—singkatan dari bimbingan kerja. Sebuah tempat untuk kerja narapidana mengalihkan persoalan sehari-hari di dalam penjara, sekaligus memperoleh ketrampilan yang direncanakan berguna bagi narapidana setelah berada di luar tembok. Di Cipinang berada jauh dari blok tahanan, berupa bengkel besi maupun kayu atau bahan lain untuk kerja atau membuat sesuatu karyadari dalam penjara. Di Cipinang, nampak beberapa mobil di kerjakan napi untuk di ketok, duco (tembel) dan dicat.

Bocor—agak pleng-plengan, gila, suka aneh-aneh
--…-- Alus—agar lebih ringan bocornya

Bokap-bokapan—tahanan atau narapidana yang berkantong tebal suka membagi uang atau makanan. Seringkali ia menjadi voorman bayangan, seluruh kebijakan voorman seringkali dia yang tentukan. Di Salemba, misalnya dia membangun kolam ikan, taman atau tempat berteduh di lapangan untuk santai dan sebagainya.

Bool—anus, juga dikenal dengan nama matahari. Ini berhubugnan dengan prilaku seks melalui anal di kalangan tahanan/narapidana. Dalam kata kerja sering disebut ngebool, dibool yang artinya disodomi atau juga istilah lain monon (dimonon)—penetrasi seks dari anal/anus bahasa belandanya, stut van achter (hajar dari belakang).

Brengos—tahanan atau narapidana jagoan, ditakuti tahanan/napi lain.

BSD—seks oral, diambil dari singkatang sebuah kompleks perumahan/kota satelit Bumi Serpong Damai, dengan plesetan pada kata Sepong (isitlah yang dikenal oleh kaum waria).

Cadong (an)—makanan (ransum) yang diberikan dari penjara. Mutunya memprihatikan, mulai dari nasih yang kualitas jelek, sampai yang sekedar sayur, telor rebus setengah atau kadang-kadang ikan asin berjaket. Pada masa saya tinggal di bui, jatah makan satu hari untuk narapidana Rp 900. Di Cipinang, saya pernah satu kali membawa atau ikut memanggul tong berisi nasi utnuk napi keliling blok. Beratnya minta ampun, semopat lecet dan cidera di pundak. Sejak itu, saat kebagian piket bawa cadongan, saya berbaik-baik dengan tamping dapur. Cadongan di tahanan Polda lainnya, lagi diberikan dari piring kaleng yang kotor, yang masih menempel makanan atau nasi kering yang sebelumnya. Baunya, minta ampun deh! Inilah yang menyebabkan tahanan lebih suka membeli makanan dari luar penjara. Kalau di Cipinang, saya masak sendiri dengan membeli bahan-bahan yang dijual di warung dalam penjara. Warung di blok temolat saya tinggal dimiliki Awang, narapidana keturunan Cina yang mendapat modal dari luar atau bos/bokap-bokapan di dalam bui.

Digulung—dipukuli habis-habisan, dihajar sipir, karena melakukan kesalahan atau membuat rese di dalam penjara. Biasanya setelah digulung seorang tahanan/napi dimasukkan ke dalam sel isolasi.

Diolah—dimintai uang, makanan atau rokok.

Di sel (isolasi)—dimasukkan dalam sel maksimun security buat tahanan/napi yang bikin rese, suka bikin keributan atau melanggar aturan penjara yang tak bisa ditolerir pihak birokrasi penjara atau tahanan/napi yang berbahaya atau dianggap kehadirannya akan membahayakan dirinya, misalnya, waria. Yang kalau cantik bisa jadi bancakan para tahanan dan narapidana.

Dikeong –dikunci di dalam sel

Diurus—ada yang membesuk atau setiap proses hukuman ada orang yang memberi uang kepada petugas.

Dobel Dir—dikunci dalam sel dengan dua pintu yang digembok kedua-duanya. Kal;au di salemba ada di blok N atau ruang isolasi. Biasanya tempat para tahanan/napi yang berbahan atau tekana sanksi penjara karena perbuatannya melanggar aturan bui yang tak dapat ditolerir.

Gas—menekan/mengancam/menakut-nakuti tahanan/napi lain untuk mendapat sesuatu (uang misalnya).

Ikan Berjaket—Ikan asin yang dibaluri tepung, jatah cadongan (ransum) untuk tahanan/napi.
Janji Surga – janji yang muluk-muluk, tapi tak diwujudkan.

Kapal Selam—kiriman barang atau sesuatu dari luar penjara, bisa dari keluarga, kjerabat atau orang lain yang dibawa melalui sipir/petugsa (bapak-bapakan).

Kepala kamar—tahananan/napi yang paling jago dan mengepalai/memimpin dalam satu sel (kamar). Semua penghuni harus tunduk, biasanya dia memiliki tukang pukul yang mengamankan kebijakannya

Kijang—tahanan, polisi dalam radio komunikasi antar mereka, selalu menyebut istilah binatang tersebut.

Kim—diambil dari bahasa Cina yang berarti emas, ada juga emas 24 karat yang mereka sebut kim kodok. Seorang pejambret perhiasan biasanya menelan hasil jambretannya, lalu diambil saat didalam penjara dengan cara beol (buang air besar). Tahanan yang baru masuk ke dalam penjara juga biasanya menelan emas buat modal di dalam. Namun, teknik ini sseringkali sudah diketahui dan ditunggui brengos atau kepala kamarnya, untuk “disita”.

Korea –panggilan untuk suku Batak

Korve—tahanan atau narapidana yang bekerja pada tahanan/napi lain. Ada korve pribadi, kamar atau blok. Korve pribadi menjadi orang suruhan seseorang tahanan/napi lain. Di Cipinang, saya tinggal berlima dalam satu kamar, empat narapidana politik, seorang tahanan criminal yang menjadi korve kamar . Nah, napi kriminal itu biasanya bertugas mencuci baju, piring, pel kamar, kadang memasak atau belanja (dua pekerjaan terakhir biasanya aku yang melakukan). Kehidupan sehari-hari korve itu menjadi tanggungan kami, makan, minum dan merokok.

Kuncen—tukang kunci blok. Narapidana atau tahanan yang bertugas menjaga gerbang blok. Ia bertugas mengunci seluruh kamar, sesudah itu baru ia sendiri yang dikunci dalam kamarnya oleh petugas. Di siang hari sat besukan, sang kuncen juga berhak mendapat bagian uang kunci tahanan/napi yang dibesuk dari kepala kamar/blok.

Lebaran Monyet—hari kunjungan/besukan.

Matahari—anus atau bobol. Saya punya teman, seorang jagoan di tempat tinggal saya di Tenabang. Dia dihukum 17 tahun karena membunuh kerabatnya. Di Cipinang, saya jketemu, tubuhnya sudah penuh tattoo. Dia suka meminjam bacaan atau majalah padaku, orangnya suka membaca. Di Cipinang, kemudian saya bertemu lagi LP Kesambi Cirebon, di dua tempat itu terkenal sebagai raja matahari, suka membool tahanan lain yang sukarela maupun dengan sedikit paksaan. Di Cirebon ada seorang narapidana juga ada seorang yang paling senang menyerahkan mataharinya pada tahanan lain untuk sebungkus bahkan sebatang rokok.

Melacak (ngelacak)—mendekati tahanan atau narapidana yang baru dibesuk untuk minta bagian rejeki besukan. Kadang sebatang rokok sudah bikin mereka senang, terutama menjelang tutup sel. Di LP Cirebon, yang “kering” besukan, seorang napi melacak bacaan, bisa majalah,Koran atau buku untuk membunuh kebosanan. Raja matahari, salah satu konsumen saya yang melacak bacaan tiap sore.

Nyanyi—mengaku perbuatannya dan mengadukan perbuatan pidana orang lain kepada penyidik (polisi).

Otak kotor—niat jahat, untuk melakuksn sesuatu yang jahat kepada orang lain.

Pelor/peluru –uang atau duit

Sa kong sa bahasa Cina yang berarti 303—diambil dari pasal 303 KUHP kasus perjudian

San sie pak masih dari cina untuk angka 378—diambil dari pasal 378 KUHP—kasus penipuan, bisa juga berarti tukang tipu. Di dalam penjara mereka dimusuhi, karena kerap menipu penghuni lain sesama tahanan/napi.

Sepong—seks oral—lihat BSD

Setembakan—sekali mium, sekali pakai. Misalnya, minta BB setembakan, minyak tanah untuk bisa sekali mendidihkan air. Atau kopi secangkir saja.

Sikim—pisau buatan bui.

Tali air—kasus perkosaan

Tamping—napi yang membantu kerja staf penjara. Di Cipinang, seorang pembunuh ahli computer menjadi tamping kantoran/khusus mengoperasikan computer.

--..--- Besukan—tamping/narapidana yang bertugas memanggil penghuni yang dibesuk. Juga mengecek tahanan yang baru pulang dari sidang
--..--- Blok—tamping yang bertanggung jawab pada satu blok.
--..--- Dapur—tamping yag dipekerjakan di dapur, termasuk menyalurkan makanan dari blok ke blok (dibantu narapidana piket atau korve)
--..--- Listrik---tamping/narapidana yang bertanggung jawab terhadap listrik dalam penjara. Menyalakan lampu, membetulkan jaringan yang rusak atau menghidupakn disel jika terjadi mati lampu.
--..--- Masjid—narapidana yang bertugas mempersipakn tempat ibadah, mengepel lantai, memasang karpet, menyiapkan sound system untuk azan atau cemarah shalat jumat dari shalat hari besar lainnya. Selain masjid ada juga tamping gereja bertugas serupa cuma beda posisi dan kegiatan ibadahnya
--..--- Portir—narapidana yang melayani petugas penjaga pintu porter, membuat kopi/the, menggeledah tahanan baru, membersihkan ruangan porter, kadang membelikan makanan petugas di luar tembok, kalau malam suka membawkan kasur ntuk narapidana ,ain yang mau porter malam (tentu saja dengan persetujuan sipir)
--..--- Registrasi—narapidana yang bertugas membantu sipir, mengukur, menimbang, mencatat, membuat sidik jariatau memanggil napi/tahanan yang dipanggil oleh staf/petugas registrasi.
--..--- Salon---narapidana/tamping yang bertugas memotong rambut, kumis atau janggut tahanan/napi lain.

Voorman—ini dari bahasa Belanda, narapidana yang dianggap memiliki kelebihan di bloknya. Misalnya, kelebihan duit, jago atau dekat dengan bapak-bapaknya (titipan sipir). Waktu di Salemba, kami sempat mengadakan pemilihan voorman dengan caea memilih dengan surat suara (seperti pemilu) bahkan pakai kampanye, sangn calon voorman mengungkapkan program kerjanya jika menjadi voorman blok kami

Minggu, 06 Februari 2011

Tak Bisa Diredam

Dua pekan saat hendak menulis tentang sakit kanker paru Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, aku menghubungi seorang dokter kenamaan dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur l

ewat telepon. Dokter itu beberapa kali menjadi nara sumberku saat menulis bahaya merokok, terutama terhadap kesehatan dan paru-paru.

Aku menelepon langsung ke telepon genggamnya, lewat telepon kantorku. Semula maksudnya hanya mau bikin janji untuk wawancara. “Dok, aku mau menulis tentang penyakit kanker paru-paru,”kataku memulai pembicaraan, tentu saja setelah memperkenalkan nama dan media tempatku bekerja.

“O, maaf ya, dik, menurut Dirjen, jangan menulis tentang kanker paru, cooling down dulu,”ujarnya menjawab dengan sopan.
“Kami mau memberi informasi yang jelas pada masyarakat agar bisa menghindarinya sejak dini,”ujarku sedikit ngotot.
“Lain kali saja,”sambungnya.

Setelah menutup telepon aku terhenyak. Berpikir, sedemikian dahsyatnya kekuasaan. Menulis tentang kesehatan seorang menteri, dan ingin menjelaskan kepada masyarakat tentang penyakit tersebut dan cara menghindarinya pun diredam. Aneh.

Aku tak kalah jalan. Dokter yang begitu top, tentang kesehatan paru di Jakarta dapat diredam oleh seorang direktuyr jenderal kementerian kesehatan. Lalu bagaimana tanggung jawabnya sebagai seorang dokter? Apa tidak bertentangan dengan profesional dan tugas mulia yang diembannya? Aku langsung menyebar penugasan ke beberapa daerah yang juga punya dokter ahli paru.

Aku berpikir, dalam dunia yang tengah berubah saat ini, ”tangan” kekuasaan tak sampai menjangkau ke daerah lainya. Lagi pula yang kami mau tanyakan kepada dokter-dokter itu adalah tentang penyakit kanker paru, penyebab, simptom serta cara menghindarinya.

Selain kepada para dokter aku juga menulis surat kepada Menteri untuk wawancara tentang penyakitnya. Secara resmi, seperti permintaan bagian hubungan masyarakat kementerian itu, surat kulayangkan lengkasp denganpertanyaan yang ingin aku ajukan. Sepekan ditunggu tak ada jawaban. Saat ku tanyakan ke bagian yang mengurusi soal itu, jawabannya, ”belum ada tindak lanjut dari Menteri.”

Jurus lain pun ku luncurkan. Setelah mencari tahu kegiatan sang menteri, ada Hari Gizi Nasional yang tentu saja terbuka untuk semua pihak.Termasuk jurnalis. Setelah menunggu dua jam acara resmi selesai, plus acara konprensi pers. Aku hanya diam, menatap sang menteri, mencari kesempatan. Saat usai aku pun langsung menyodok, menempelnya yang sudah dikawal ketat penjaganya untuk segera ke luar dari arena itu.. Tiga pertanyaan di jawab standar saja. ”Bu, seminggu lalu saya sudah menlancarkan surat permohonan untuk wawancara lo bu,”kataku.

”Kamu sih nanyainnya yang begituan, lain kali aja, ya,”ujarnya sambil berlalu.

Bukan kali ini saja aku mengejar Menteri Kesehatan, saat dia tak enggan menjawab. Pertama saat Menteri Endang diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu pengangkatannya, dianggap kontroversial, pertama tak melalui tes pemanggilan ke Cikeas, seperti yang lain, yang tampak di televisi. Belum lagi isu dirinya dituduh sebagai agen Amerika Serikat dalam program laboratorium NAMRU. Menteri Endang dituding pada waktu itu menjual virus Indonesia ke pihak asing.

Semuanya belum terjawab sampai sekarang. Kami para jurnalis cuma ingin memberi terang kepada masyarakat, apa yang sesungguhnya terjadi. Jika belum terjawab semuanya saat ini. Masa akan menentukan kelak. Pengungkapan banyak hal pada wikileaks, menunjukkan, tak ada fakta yang bisa benar-benar ditutupi.

Parung bingung, 6 Februari 2011

Kanker Paru Bu Menteri


Perempuan lebih banyak terkena kanker paru akibat menjadi perokok pasif. Lebih sulit terdeteksi.
------

Wajah Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih tampak tak secerah biasanya. Padahal hari itu sejak pagi hingga siang menjadi tuan rumah acara peringatan Hari Gizi Nasional di Auditorium Gerrit Siwabessy Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta. “Saya sehat saja. Sekarang terkontrol dan terkendali,” katanya saat dicegat Tempo seusai acara tersebut, Selasa pekan lalu.

Menurut sumber yang dekat dengan Menteri Endang, dia baru saja menjalani terapi. Selain kemo di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Endang melakukan terapi herbal yang disuntikkan lewat infus di klinik cabang rumah sakit khusus kanker Guangzhou, Cina, di Jakarta Selatan. “Masih stadium dua, kok,” kata si sumber menepis isu yang menyebut penyakit kanker paru Endang sudah masuk stadium IV, alias yang tertinggi.

Endang baru mengetahui penyakitnya saat melakukan pemeriksaan rutin pejabat negara pada 22 Oktober 2010, tepat setahun menjabat Menteri Kesehatan. “Saya kaget juga. Benar-benar tidak ada gejala apa pun,” katanya. Namun Endang tidak panik, karena penyakitnya ini dirasakan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. “Saya masih berenang dua kali seminggu, masih naik-turun tangga, rapat, dan bertemu dengan wartawan,” ujarnya pada acara jumpa pers di kantornya pertengahan Januari lalu.

Kabar kondisi kesehatan Endang memang mengagetkan. Sebab, selama ini Bu Menteri menjalankan gaya hidup sehat, seperti rajin berolahraga dan tidak merokok. Menurut dokter spesialis penyakit dalam, konsultan dan spesialis paru Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Muhammad Harun Iskandar, sekitar 90 persen penderita kanker paru adalah perokok, hanya 10 persen bukan perokok atau perokok pasif.

Berdasarkan data Cancer Journal for Clinicians, di Asia perempuan bukan perokok yang terkena kanker paru mencapai 60-80 persen. “Penyebab pada nonsmoker tidak jelas, mungkin karena penderita perokok pasif,” kata dokter spesialis penyakit dalam serta konsultan paru dan asma Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Prayudi Santoso.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang menderita kanker paru meski bukan perokok. Faktor yang paling sering ditemukan adalah jika orang terdekat atau lingkungan sekitar perokok aktif. “Kebanyakan pasien nonsmoker adalah wanita yang suaminya perokok aktif,” kata dokter Harun.

Penyebab lainnya antara lain polusi udara, radiasi, asbes, arsenik, kroma, radon (jenis gas radioaktif), infeksi virus, dan variasi genetik. “Walaupun penderita tidak merokok dan rajin berolahraga, jika variasi genetiknya sangat rentan terhadap asap, sedikit asap, tubuhnya sudah tidak bisa menerima,” ujar dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, itu. Namun masih belum bisa dipastikan kanker paru Endang terpapar asap rokok orang lain atau karena zat-zat saat bekerja sebagai peneliti utama setelah menjabat Direktur Pusat Penelitian Biomedik dan Farmasi dan Pengembangan Program pada 2007.

***

Kanker paru merupakan jenis yang cukup banyak menelan korban jiwa. Setiap tahun terdapat lebih dari 1,3 juta kasus kanker paru di seluruh dunia dengan angka kematian 1,1 juta jiwa. Rumah sakit rujukan penyakit tropis, Wahidin Sudirohusodo, Makassar, setiap tahun menerima 200 lebih penderita penyakit yang mematikan ini. “Penyakit ini menempati urutan pertama pada kanker mematikan, setelah penyakit infeksi paru-paru,” ujar Harun.

Kanker paru, berdasarkan jenisnya, dibagi atas kanker paru sel kecil dan bukan sel kecil. Paling sering ditemukan sekitar 80 persen adalah tipe bukan sel kecil. Kanker paru sel kecil lebih jarang ditemukan tapi lebih ganas dan pengobatannya hanya bisa dengan kemoterapi serta radiasi. Kasus kanker paru sel kecil ini lebih cepat menyebar dan mematikan.

Di bagian penyakit dalam RS Hasan Sadikin, Bandung, ataupun di Makassar, kebanyakan pasien kanker paru datang pada stadium lanjut. “Paling sering mendapati sudah ada cairan di parunya,” kata dokter di bagian ilmu penyakit dalam subbagian paru itu. Artinya, sudah ada penjalaran kanker ke selaput paru, yang lebih sering disebut paru-paru basah. Berdasarkan ukuran stadium terbaru yang dibakukan pada 2010, gejala ini masuk stadium empat dan membuat sesak napas pasien. Pada kasus orang tua, gejala itu kemungkinan besar kanker paru. Tapi, pada golongan usia muda, boleh jadi ini tanda terkena tuberkulosis.

Untuk membedakannya, dokter memeriksa cairan paru pasien di bawah mikroskop, juga dengan pemeriksaan patologi anatomi. Pemeriksaan pun untuk memastikan sumber cairan. Sebab, pencetusnya bisa jadi bukan kanker, melainkan karena ada kelainan jantung kiri-kanan, lever, ginjal, atau kadar albumin rendah pada orang bergizi buruk. Pada beberapa kasus pasien, cairan di paru berasal dari tumor payudara.

Ketika seseorang sudah didiagnosis terkena kanker paru, dokter selanjutnya akan menentukan stadiumnya. Pembagian stadium berdasarkan ukuran tumor dan penjalarannya, misalnya, apakah sudah sampai ke kelenjar getah bening atau ke organ lain. Penentuan stadium ikut menentukan jenis pengobatan pasien, mulai operasi pembuangan tumor pada stadium I dan II, kemoterapi, radiasi, atau terapi terarah (targeted therapy) pada stadium III serta IV.

Ada pasien kanker stadium empat yang tak tertolong nyawanya karena mengalami sesak napas. Bukan akut, melainkan pelan-pelan, lalu terjadi gagal napas, kemudian meninggal. Untuk menghilangkan sesak itu, dokter menguras isi cairan di paru, bekasnya dilengketkan ke selaput paru. Tujuannya agar produksi cairan oleh sel-sel kanker berkurang. Normalnya, cairan di atas rongga selaput paru hanya terisi 10-15 sentimeter kubik. Tapi pada beberapa kasus, dokter bisa menguras hingga 2-3 liter cairan dari sel kanker. Setelah itu, karena kanker belum bisa disembuhkan, dokter akan memberikan kemoterapi atau menyarankan bedah ortopedi jika kanker paru telah menjalar ke bagian tulang belakang.

Karena 90 persen penderita kanker paru akibat merokok, pencegahannya, menurut dokter Harun ataupun Prayudi, dengan cara tidak atau menghentikan kebiasaan merokok. Yang tetap merokok hendaknya tidak merokok di tempat umum atau tempat tertutup karena membahayakan kesehatan orang lain. Asap rokok membutuhkan 4-6 jam untuk hilang dalam ruang tertutup, seperti ruang yang ber-AC. “Selain itu, perbanyak konsumsi buah dan olahraga. Semakin cepat terpapar asap, semakin muda usia dapat terkena kanker paru,” kata dokter Harun.

Walau sudah divonis menderita kanker paru, Menteri Endang tetap bertekad meneruskan kampanye gaya hidup sehat yang dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Di seluruh area lingkungan kantor Kementerian Kesehatan dilarang merokok. “Saya enggak pernah terpikir mundur. Jenderal Sudirman saja hanya dengan organ sebelah masih bisa memimpin perang," katanya.

Ahmad Taufik, Kamilia (Makassar), Anwar Siswadi (Bandung)


Infografis (disertai gambar organ tubuh)

Kenali Gejala Kanker Paru

Bila Anda bukan perokok, tapi lingkungan Anda penuh asap rokok, waspadai jika berat badan berkurang, nafsu makan hilang, dan demam hilang-timbul. Sebab, bisa jadi itu gejala kanker paru. Gejala klinis yang lain:
- batuk-batuk dan batuk darah
- sesak napas, suara serak, sulit atau sakit saat menelan sesuatu, ada benjolan di leher tapi bukan tiroid, dan sembap muka serta leher karena saluran vena terbendung sel kanker
- sakit dada
- sembap di lengan dengan rasa nyeri yang hebat

Keluhan akibat metastasis di luar paru:
- kelainan akibat kompresi hebat di otak yang membuat pasien sakit kepala
- pembesaran lever
- patah tulang
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...