Senin, 08 Februari 2010

Harga Memburu Kecantikan


Teknik terapi baru untuk kecantikan terus diburu konsumen. Setiap kali muncul alat atau penanganan terbaru untuk menghilangkan noda wajah, menghaluskan kulit, dan mempercantik paras secara keseluruhan, selalu tak kurang orang yang tertarik mencoba. Klinik kecantikan dan estetika bertaburan, dan tak pernah sepi. Bukan cuma perempuan, kaum pria juga menjadi pelanggan setia. Tidak sedikit, kebutuhan akan kecantikan berubah menjadi obsesi, sehingga mengakibatkan ketagihan.



*****************

Wajah Susie Tjandra, 33 tahun, sudah dua bulan belakangan ini “ditembaki” dokter. Sasarannya adalah sekitar 50 kerastosis atau titik hitam di mukanya. “Sudah 70 persen lebih baik, dan kulit muka saya menjadi lebih kinclong,” ujarnya.

Susie adalah salah satu pasien Crystal Aesthetic Clinic. Klinik yang berpusat di Jalan Kendal, Jakarta Pusat, itu pada Rabu dua pekan lalu memperkenalkan mesin baru perawatan kecantikan berbasis teknologi laser. Namanya Norseld dual yellow. Keistimewaan alat berharga satu miliar rupiah ini adalah sudah mendapat persetujuan dari Badan Kesehatan Amerika Serikat (FDA)--sebuah standar untuk obat, alat, dan tindakan medis. Alat ini digunakan di Australia, Korea Selatan, Eropa, dan Amerika Serikat. “Di Indonesia baru klinik ini yang menggunakan,” ujar kepala dokter kecantikan Crystal Aesthetic Clinic, Liza Suzanna, dengan mantap.


Mesin itu menggunakan laser dengan kombinasi panjang gelombang 578 nanometer dan 511 nanometer. Menurut Liza, gelombang 578 nanometer bisa menembus hingga lapisan kulit ketiga dan keempat. Warna gelombangnya kuning, bergerak di jaringan vaskular. Cara kerjanya dengan mematikan pembuluh darah yang menyokong pertumbuhan kelainan-kelainan di permukaan kulit. Sedangkan gelombang 511 nanometer berwarna hijau, dan hanya sampai permukaan kulit. Gelombang ini beroperasi di pigmen, membakar bintik-bintik melanin.


Gelombang 578 nanometer bisa mengatasi 20 kelainan kulit. Sedangkan gelombang 511 nanometer mampu memperbaiki 10 kelainan kulit. Jika digabung, alat ini bisa menangani lima kelainan kulit. Kombinasi kedua laser itu sakti memuluskan wajah dari bekas jerawat, bekas luka, tahi lalat, dan flek hitam. Singkat kata, laser klinik tersebut mampu meremajakan (rejuvenasi) kulit dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jaminan inilah yang penting bagi Susie dan para pencari kulit mulus lainnya.

Memang banyak sekali jenis laser untuk kecantikan, dengan fungsi yang berbeda-beda. Boleh dikatakan, “cacat” jenis apa pun pada kulit bisa dimuluskan kembali dengan laser. Ingin mengurangi kerut di sekitar mulut dan bibir yang sering disebut smoker's line, atau menghapus bercak di wajah dan tangan, atau mengangkat tahi lalat, pakai laser.


Dengan laser, semua bisa hilang hanya dalam hitungan menit. Tak mengherankan bila di klinik-klinik kecantikan itu ada daftar terapi yang panjangnya melebihi menu restoran besar. Pengencangan kulit wajah, menghilangkan bulu, pengencangan kulit tubuh, pelangsingan, mengatasi jerawat, pemancungan hidung, atau perbaikan kelopak mata, dan masih banyak lagi.


Yang paling menggembirakan, terapi laser memberikan hasil yang lebih pasti ketimbang dengan krim oles atau obat lain yang ditaruh di permukaan kulit. Laser relatif tanpa efek samping. Namun tetap ada aturan pasca-tindakan yang perlu dipatuhi pasien agar hasil laser maksimal. Selama proses pemulihan, pasien dilarang berada di bawah sinar matahari agar tidak terjadi infeksi pada kulit.


Sebenarnya ada banyak tindakan kesehatan kecantikan lainnya selain laser--yang hanya memperbaiki kelainan pada kulit dengan menggunakan panjang gelombang. Semua tindakan, menurut dokter kecantikan Ira Indriasari, tergantung kebutuhan seseorang. Sebab, semua orang pasti akan tua. Tetapi orang tua belum tentu memerlukan perawatan estetik. “Hanya bila dia merasa butuh dan penting, dia pergi mencari dokter estetik,” ujarnya. Kalau tua dan kulit keriput, seseorang merasa baik-baik saja, klinik kecantikan pun tak diperlukan.


Kebutuhan yang diciptakan--agar menjadi cantik itu--makin menjamur sejalan dengan banyaknya model publik seperti artis, penyanyi, dan pembawa acara yang berwajah mulus. Semua ingin cantik dan putih seperti artis ini atau bintang itu, sehingga perawatan estetik pun tak lagi memandang umur.


Menurut Ira, umumnya orang datang ke dokter ahli kecantikan manakala usia mendekati 40 tahun, ketika keriput mulai tampak dan lemak tubuh bertambah. “Namun, jika orang itu merasa butuh perawatan di usia 30-an atau 20-an, mereka mencari dokter untuk memperbaiki kondisinya,” kata dokter yang tengah mengambil jurusan khusus antipenuaan di Universitas Udayana, Bali itu.


Menurut dokter yang berpraktek di kawasan Tebet, Jakarta Selatan itu, pilihan tindakan estetika adalah bedah atau nonbedah. “Bebas memilih, tergantung pasien,” ujar Ira. Di Klinik Ira Medika, pasien datang untuk perawatan tubuh nonbedah, baik yang menggunakan jarum maupun tidak.


Penanganan dengan jarum, misalnya botox, injeksi yang dapat melemahkan atau melumpuhkan otot penyebab keriput. Botolinum merupakan toksin saraf yang pertama disetujui penggunaannya untuk kosmetik di Amerika Serikat. Menurut Ira, efek injeksi bisa bertahan hingga empat bulan. Perawatan suntik lainnya adalah filler, yaitu mengisi bagian wajah yang kehilangan kolagen dengan cairan alami berjenis hyluronic acid, sehingga kulit kembali halus.


Terapi dengan jarum lainnya adalah mesotherapy. Di tempat asalnya, Prancis, terapi ini dipakai sebagai perawatan untuk menghilangkan lemak, peremajaan wajah dan perawatan keriput. Mesotherapy kembali populer di Eropa dan Asia khususnya sebagai perawatan untuk menghilangkan lemak dan selulit. Tindakan ini digunakan sebagai alternatif tanpa operasi untuk sedot lemak di daerah lemak yang kecil seperti di bagian atas paha, perut, dan leher.


Sedangkan yang tak menggunakan jarum juga ada beberapa. Non needle mesotherapy, yaitu pengelupasan kulit (mikrodermabrasi) dengan menumbukkan kristal pada kulit lalu divakum. Sedangkan iontophoresis mengurangi keringat dengan arus listrik ringan. Oxygethyl adalah pembersihan kulit wajah dengan oksigen.


Semua perawatan nonbedah itu, menurut dokter Ira, tak bertahan lama. Paling lama hanya sampai 1,5 tahun--itu pun harus dibarengi perawatan lain seperti dengan krim. Bahkan, di iklim tropis seperti Jakarta, menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti itu, kita harus memakai krim penahan matahari (sun block) pada wajah minimal tiga kali sehari.


Nah, jika ingin wajah mulus tahan lebih lama, harus dengan bedah. Salah satu tempat bedah plastik yang sedang naik daun saat ini adalah Ultimo, yang terletak di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. Klinik kesehatan pimpinan dokter spesialis Enrina Diah ini setiap bulan menerima lebih dari 100 pasien. “Yang ke sini sebagian besar memang mau bedah plastik,” ujar dokter lulusan Universitas Indonesia ini.


Pasien datang ke Klinik Ultimo untuk operasi atau bedah dengan berbagai tujuan. Ada yang untuk memudakan kembali, memperbaiki bentuk wajah atau tubuh, misalnya hidungnya pesek dimancungkan, terlalu tembem ditiruskan. Pasien termuda yang pernah ditangani Diah berusia 15 tahun, seorang artis sinetron. “Muka mereka harus tirus, karena di depan kamera, katanya wajah bertambah lebar,” ujar penulis buku Ultimate Beauty ini.


Menurut dokter yang menimba ilmu di Chang Gung Craniofacial Centre, Taiwan, untuk mengubah bentuk wajah sebaiknya dilakukan bila pertumbuhan sudah selesai, yaitu di atas 16 tahun.


Pasien Enrina kebanyakan ibu rumah tangga yang tetap ingin tampil cantik. “Umumnya mereka mau bedah agar hasilnya bertahan lebih lama,” ujar Diah. Hasil bedah plastik untuk kecantikan bisa bertahan 5 sampai 10 tahun. Tentu saja, semua dokter sepakat, harus dibarengi dengan perawatan lain seperti penggunaan krim dan laser. Menurut dokter yang juga menimba ilmu di Clinic for Plastic and Craniomaxillofacial Surgery, Kantonsspital Basel, Swiss ini, 30 persen pasien yang tadinya dibedah juga menambah perawatan dengan laser.


Memang, mengejar kecantikan itu seperti lomba tanpa garis akhir. Peralatan bertambah canggih, klinik makin banyak, dokter juga tak kehabisan stok, toh pasien tetap tak pernah puas memburu kecantikan.


1 komentar:

  1. thanks bos, sangat menarik dan bisa menambah pengetahuan saya
    dan sy izin copy di blog saya bos.
    1 x lagi thanks berat bos

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...